Nganjuk – Polemik jalan rusak di Betet akhirnya dijawab dengan aksi nyata. Marhaen Djumadi mendadak turun langsung ke lokasi jalan rusak di Desa Betet, Senin (2/3/2026). Aksi cepat ini langsung menyita perhatian warga dan mematahkan kritik soal lambannya penanganan infrastruktur.
Tanpa seremoni, Kang Marhaen menyusuri titik-titik kerusakan yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Jalan berlubang, bergelombang, hingga rawan kecelakaan tak luput dari pantauannya. Di lokasi, Bupati langsung memberi sinyal tegas: perbaikan harus segera dilakukan, tanpa menunggu lama.
Tak hanya fokus pada badan jalan, Kang Marhaen juga menyoroti kondisi gorong-gorong yang dinilai memerlukan pembersihan dan perawatan. Menurutnya, infrastruktur penunjang seperti drainase kerap luput dari perhatian, padahal sangat menentukan kenyamanan dan keselamatan warga.
“Pemerintah tidak boleh lambat. Keluhan warga harus dijawab dengan tindakan, bukan janji,” tegas Kang Marhaen di hadapan jajaran dinas terkait yang ikut mendampingi.
Kehadiran orang nomor satu di Nganjuk itu sontak menuai reaksi positif. Warga Betet mengaku terkejut sekaligus lega melihat Bupati datang langsung ke lokasi, terlebih setelah persoalan jalan rusak sempat memanas dan menjadi polemik.
Langkah cepat Kang Marhaen ini menjadi pesan keras: aspirasi rakyat adalah alarm darurat. Dan hari ini, alarm itu dijawab langsung dari lapangan.





