SUARA CYBER NEWS

Rabu, 11 Maret 2026

PDIP Nganjuk Gelar Santunan Ramadan untuk Anak Yatim dan Penyandang Difabel

 


NGANJUK,- Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk untuk berbagi dengan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan santunan bagi puluhan anak yatim yang digelar di kantor DPC PDIP Nganjuk, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan sosial tersebut diikuti oleh sekitar 50 anak yatim dari berbagai wilayah di Kabupaten Nganjuk. Selain menjadi ajang berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempererat hubungan antara partai politik dan masyarakat.

Ketua DPC PDIP Nganjuk, Marhaen Djumadi, mengatakan kegiatan santunan ini merupakan bentuk kepedulian partai terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih, khususnya anak-anak yatim.

Menurutnya, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah pada kesempatan ini kami dapat memberikan santunan kepada 50 anak yatim. Ke depan kegiatan ini juga akan dilanjutkan dengan pemberian bantuan kepada saudara-saudara kita yang difabel,” ujar Marhaen.

Dalam kegiatan tersebut, setiap anak yatim menerima bantuan berupa paket sembako yang berisi kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan telur. Selain itu, mereka juga mendapatkan bantuan uang tunai yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Marhaen juga menambahkan, kegiatan sosial semacam ini telah menjadi bagian dari agenda kepedulian PDIP Nganjuk setiap kali memasuki bulan Ramadan. Meski bantuan yang diberikan tidak dalam jumlah besar, diharapkan dapat memberikan manfaat serta menjadi bentuk perhatian bagi mereka yang membutuhkan.

Selain kegiatan sosial, agenda Ramadan PDIP Nganjuk juga akan diisi dengan acara buka puasa bersama yang dirangkai dengan konsolidasi internal partai. Kegiatan tersebut akan melibatkan jajaran pengurus dari tingkat DPC, DPD hingga pengurus anak cabang di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, PDIP Nganjuk berharap dapat terus memperkuat semangat kebersamaan, sekaligus mendorong partisipasi kader dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Kamis, 05 Maret 2026

Kang Marhaen Tinjau Site Museum Tritik, Jejak Peradaban Tertua Nganjuk yang Siap


Nganjuk – Di sela padatnya aktivitas pemerintahan, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menunjukkan kepedulian tinggi terhadap pelestarian sejarah dengan mengunjungi Site Museum Tritik, Selasa (4/2/2026). Kunjungan ini menjadi penegasan bahwa warisan peradaban masa lampau merupakan aset berharga yang wajib dijaga dan dikembangkan.

Dalam kunjungan tersebut, Kang Marhaen menyampaikan harapannya agar Site Museum Tritik dapat menjadi pusat edukasi sejarah dan kebudayaan bagi generasi muda, mulai dari pelajar tingkat SD hingga mahasiswa. Desa Tritik sendiri dikenal sebagai salah satu desa tertua di Kabupaten Nganjuk yang menyimpan jejak kehidupan purba bernilai ilmiah tinggi.

“Di sini ditemukan beragam fosil, mulai dari fosil hewan purba, kayu yang telah membatu, hingga batu konkresi. Ini adalah bukti nyata perjalanan panjang peradaban yang sangat luar biasa,” ujar Kang Marhaen.

Keistimewaan Site Museum Tritik tidak berhenti pada koleksi fosilnya. Kawasan ini juga memiliki sungai purba dan museum alam terbuka yang memungkinkan pengunjung melihat langsung fosil-fosil yang masih tersaji alami di lingkungan sekitar. 

Kondisi tersebut menjadikan Tritik sebagai ruang belajar hidup yang autentik, langka, dan sarat nilai edukasi.

Kang Marhaen menegaskan, dengan penataan dan pengelolaan yang tepat, Site Museum Tritik berpotensi besar menjadi destinasi unggulan wisata edukasi dan sejarah, sekaligus pusat penelitian arkeologi yang membanggakan Kabupaten Nganjuk di tingkat regional maupun nasional.

“Ini bukan sekadar museum, tetapi identitas dan kebanggaan Nganjuk. Warisan ini harus kita rawat dan kenalkan kepada dunia,” tegasnya.

Dengan kekayaan sejarah yang dimiliki, Site Museum Tritik layak menjadi tujuan wajib bagi pelajar, akademisi, hingga wisatawan. Ayo kunjungi Site Museum Tritik—saksi bisu peradaban kuno yang autentik, edukatif, dan benar-benar keren.

Senin, 02 Maret 2026

Kang Marhaen Turun Gunung, Jalan Rusak Betet Disidak Langsung


Nganjuk – Polemik jalan rusak di Betet akhirnya dijawab dengan aksi nyata. Marhaen Djumadi mendadak turun langsung ke lokasi jalan rusak di Desa Betet, Senin (2/3/2026). Aksi cepat ini langsung menyita perhatian warga dan mematahkan kritik soal lambannya penanganan infrastruktur.

Tanpa seremoni, Kang Marhaen menyusuri titik-titik kerusakan yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Jalan berlubang, bergelombang, hingga rawan kecelakaan tak luput dari pantauannya. Di lokasi, Bupati langsung memberi sinyal tegas: perbaikan harus segera dilakukan, tanpa menunggu lama.

Tak hanya fokus pada badan jalan, Kang Marhaen juga menyoroti kondisi gorong-gorong yang dinilai memerlukan pembersihan dan perawatan. Menurutnya, infrastruktur penunjang seperti drainase kerap luput dari perhatian, padahal sangat menentukan kenyamanan dan keselamatan warga.

“Pemerintah tidak boleh lambat. Keluhan warga harus dijawab dengan tindakan, bukan janji,” tegas Kang Marhaen di hadapan jajaran dinas terkait yang ikut mendampingi.

Kehadiran orang nomor satu di Nganjuk itu sontak menuai reaksi positif. Warga Betet mengaku terkejut sekaligus lega melihat Bupati datang langsung ke lokasi, terlebih setelah persoalan jalan rusak sempat memanas dan menjadi polemik.

Langkah cepat Kang Marhaen ini menjadi pesan keras: aspirasi rakyat adalah alarm darurat. Dan hari ini, alarm itu dijawab langsung dari lapangan. 

Sabtu, 28 Februari 2026

APCI Kediri Komitmen Jaga Stabilitas Harga Cabai Selama Ramadhan 1447 H


KEDIRI – Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri menegaskan komitmennya mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga cabai selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan sekaligus mencegah lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hingga selama Ramadhan.


Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, mengatakan cabai merupakan komoditas hortikultura yang memiliki tingkat fluktuasi harga cukup tinggi. Perubahan harga dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi cuaca, biaya produksi, distribusi, hingga meningkatnya permintaan masyarakat saat Ramadhan.


“Menjelang puasa, permintaan cabai biasanya meningkat signifikan seiring naiknya konsumsi rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner. Jika tidak diimbangi pasokan yang memadai, hal ini berpotensi memicu kenaikan harga,” ujarnya.


Suyono menambahkan, fluktuasi harga merupakan bagian dari mekanisme pasar yang wajar. Namun demikian, pengendalian tetap diperlukan agar tidak memberatkan konsumen, sekaligus tetap memberikan keuntungan yang layak bagi petani.

Untuk itu, APCI Kabupaten Kediri berkomitmen menjaga kesinambungan produksi melalui pola tanam yang terencana dan berkelanjutan. Selain itu, penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah, distributor, serta pelaku pasar terus dilakukan guna memastikan rantai pasok berjalan lancar dan efisien.


Di Kabupaten Kediri, cabai merupakan salah satu komoditas strategis yang berkontribusi terhadap inflasi daerah. Karena itu, sinergi antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha dinilai sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan.


APCI Kabupaten Kediri optimistis, melalui langkah terkoordinasi dan komitmen bersama, stabilitas harga cabai selama Ramadhan 1447 H dapat terjaga. Upaya ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi daerah selama bulan suci Ramadhan.

DPRD Nganjuk Bahas Pokir dan Empat Raperda dalam Rapat Paripurna

Nganjuk – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Nganjuk menggelar Rapat Paripurna pada Jumat (27/2/2026) dengan agenda strategis yang berkaitan dengan penyerapan aspirasi masyarakat serta pembahasan empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).

Rapat yang berlangsung di ruang sidang paripurna tersebut memuat tiga agenda utama. Agenda pertama adalah penyampaian laporan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang merupakan hasil reses pimpinan dan anggota dewan pada masa persidangan II tahun sidang II masa jabatan 2024–2029.

Pokir DPRD berisi rangkuman aspirasi masyarakat yang dihimpun secara langsung oleh para anggota dewan di masing-masing daerah pemilihan. Aspirasi tersebut mencakup berbagai kebutuhan dan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga pemberdayaan ekonomi.

Agenda kedua dilanjutkan dengan penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap penjelasan Bupati Nganjuk mengenai empat Raperda yang diusulkan pemerintah daerah. Dalam forum tersebut, setiap fraksi menyampaikan sikap politik, masukan, serta sejumlah catatan kritis sebagai bagian dari mekanisme pembahasan regulasi yang transparan dan akuntabel.

Sementara itu, agenda ketiga berupa penyampaian pendapat Bupati Nganjuk atas penjelasan pimpinan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD terkait empat Raperda tersebut. Tahapan ini dinilai penting untuk menyelaraskan perspektif antara pihak eksekutif dan legislatif sebelum pembahasan memasuki tahap selanjutnya.

Rapat Paripurna berlangsung khidmat dan tertib di bawah pimpinan unsur pimpinan DPRD, serta dihadiri anggota dewan, jajaran pemerintah daerah, dan sejumlah undangan. Melalui forum ini, diharapkan aspirasi masyarakat yang tertuang dalam Pokir DPRD dapat terakomodasi secara optimal dalam kebijakan dan regulasi daerah guna mendorong pembangunan Kabupaten Nganjuk yang berkelanjutan. (Red)

Jumat, 27 Februari 2026

DPRD Kabupaten Nganjuk Kebut Pembahasan 8 Raperda Strategis dalam Rapat Paripurna

Nganjuk - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk menggelar Rapat Paripurna dengan agenda utama penyampaian penjelasan Pimpinan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) terhadap delapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Nganjuk, Kamis (26/2/2026).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Nganjuk, Tatit Heru Tjahyono, didampingi Wakil Ketua DPRD, Ulum Bastomi. Turut hadir Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk. Jalannya rapat berlangsung tertib dan kondusif dengan pembahasan yang menitikberatkan pada kepentingan pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Delapan Raperda yang diajukan terdiri atas empat usulan eksekutif dan empat usul inisiatif DPRD. Raperda inisiatif DPRD meliputi perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Raperda tentang Penyelenggaraan Jaringan Utilitas, Pelestarian Cagar Budaya, serta Sistem Kesehatan Daerah.

Sementara itu, pemerintah daerah mengusulkan sejumlah regulasi strategis, di antaranya Raperda tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak serta Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Regulasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus memberikan perlindungan hukum yang lebih komprehensif bagi masyarakat.

Untuk efektivitas pembahasan, DPRD akan membentuk empat Panitia Khusus (Pansus). Masing-masing Pansus bertugas membahas dua Raperda, terdiri dari satu usulan DPRD dan satu usulan pemerintah daerah. Seluruh proses pembahasan ditargetkan dapat diselesaikan dalam kurun waktu maksimal enam bulan.

Salah satu Raperda yang menjadi perhatian utama ialah regulasi tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak. Raperda ini diharapkan mampu memperkuat perlindungan terhadap kelompok rentan melalui payung hukum daerah yang lebih jelas, terstruktur, dan implementatif.

DPRD juga memastikan bahwa proses pembahasan akan melibatkan partisipasi publik dengan mengundang akademisi, praktisi, serta berbagai pemangku kepentingan. Melalui pembahasan delapan Raperda tersebut, DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap dapat menghadirkan kebijakan daerah yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. (red)

Kamis, 26 Februari 2026

Pemkab Nganjuk Terima 220 Becak Listrik dari Presiden Prabowo, Dorong Transportasi Ramah Lingkungan


Nganjuk – Pemerintah Kabupaten Nganjuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas bantuan 220 unit becak listrik yang diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk. 

Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para pengemudi becak sekaligus mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan.

Program bantuan becak listrik ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam mengurangi emisi karbon, menekan biaya operasional transportasi rakyat, serta mendukung peralihan menuju energi bersih. 

Dengan teknologi listrik, becak dinilai lebih efisien, hemat biaya, dan ramah lingkungan dibandingkan kendaraan konvensional.

Kegiatan penyerahan dan penyelenggaraan acara  berlangsung di Pendopo KRT Sosro Koesoemo, pada Kamis, 26 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

 Acara ini  dihadiri Forpimda Kabupaten Nganjuk serta perwakilan penerima manfaat.

Bupati Nganjuk Dr.Drs. Marhaen Djumadi, SE.SH.MM.M.Ba menegaskan bahwa bantuan tersebut akan disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya para pengemudi becak.

" Saya berharap program ini mampu meningkatkan pendapatan, meringankan beban ekonomi, dan memberikan kenyamanan kerja bagi para penerima,"urainya.

Pemerintah Pemerintah Kabupaten Nganjuk menyambut baik kebijakan nasional yang sejalan dengan visi pembangunan daerah berkelanjutan. Dengan semangat “Gas Nol Emisi, Gas Pol Rezeki”, bantuan becak listrik ini diharapkan menjadi simbol sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan Nganjuk yang lebih maju, hijau, dan sejahtera. (amin)

 

Copyright © | SUARA CYBER NEWS