SUARA CYBER NEWS

Sabtu, 25 April 2026

Peringati Hari Kartini, Program DEWY 3.0 Diluncurkan di Banjarnegara


BANJARNEGARA  – Program Digital Empowerment for Women and Youth (DEWY) 3.0 resmi diluncurkan di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (21/4/2026).

 Peluncuran ini bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan menjadi bagian dari upaya mendorong pemberdayaan perempuan di era digital.

Program tersebut merupakan kolaborasi Digital Access Programme (DAP) Kedutaan Besar Inggris di Jakarta bersama BRI Research Institute serta Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed. Kegiatan peluncuran berlangsung di Kantor Kecamatan Batur.

DEWY 3.0 dirancang untuk meningkatkan kapasitas perempuan pelaku usaha mikro dan generasi muda dalam memanfaatkan teknologi digital guna mengembangkan usaha mereka.

Pada tahap awal, program menyasar 150 perempuan pelaku usaha mikro di tiga wilayah, yakni Purbalingga, Batur, dan Kota Banjarnegara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 peserta akan dipilih untuk mengikuti pelatihan intensif sekaligus dipersiapkan menjadi mentor berbasis komunitas.

Para peserta akan mendapatkan pelatihan terkait inovasi produk, pencatatan keuangan digital, penggunaan sistem point of sales (POS), serta strategi pemasaran melalui e-commerce dan media sosial. Selain itu, mereka juga diwajibkan melakukan penilaian mandiri melalui platform
 PerempuanCerdasDigital.id untuk mengukur kesiapan digital usaha.
Tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, program ini juga memberikan edukasi mengenai keamanan, termasuk pencegahan eksploitasi, kekerasan, dan pelecehan seksual, guna menciptakan ekosistem usaha yang aman dan inklusif bagi perempuan.

Perwakilan Kedutaan Besar Inggris, Rita Damayanti, mengungkapkan bahwa indeks digitalisasi UMKM di Indonesia pada 2023 baru mencapai 48,7 persen.

 Meski penetrasi internet cukup tinggi, adopsi digital oleh pelaku usaha masih tergolong moderat.
“Sekitar 3,79 juta atau 8 persen UMKM telah go online. Namun, masih terdapat kesenjangan digital antarwilayah. Fokus ke depan adalah optimalisasi ekosistem digital, tidak hanya sekadar hadir di platform online,” ujarnya.

Peluncuran program ini turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah daerah serta tim ahli dari Pusat Inkubator Bisnis Unsoed.
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, DEWY 3.0 juga mendorong pengembangan Digital Corner sebagai ruang kolaboratif bagi pelaku UMKM untuk belajar, berbagi, dan mengimplementasikan keterampilan digital secara berkelanjutan.

Melalui program ini, perempuan di Banjarnegara diharapkan mampu meningkatkan daya saing usaha sekaligus menjadi motor penggerak transformasi digital di daerahnya. (Sugi)

Senin, 20 April 2026

Ratusan Warga Nganjuk Diduga Tertipu Aplikasi Snapbost, Laporan Masuk ke Polres

Nganjuk – Ratusan warga di Kabupaten Nganjuk melaporkan dugaan penipuan berkedok aplikasi digital bernama Snapbost ke Mapolres Nganjuk. Para korban mengaku mengalami kerugian setelah tergiur janji keuntungan besar yang ditawarkan melalui sistem pendaftaran berbayar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, jumlah korban diperkirakan mencapai sekitar 600 orang. Mereka sebelumnya diminta melakukan pendaftaran dengan menyetorkan sejumlah uang, dengan iming-iming pengembalian hingga 100 persen setelah akun terverifikasi. Namun, janji tersebut diduga tidak terealisasi.

Sejumlah korban mulai berdatangan ke Polres Nganjuk setelah mengetahui adanya pihak yang disebut sebagai koordinator member tingkat nasional berada di lokasi. Mereka meminta kejelasan terkait mekanisme aplikasi serta nasib dana yang telah disetorkan.

Situasi sempat memanas ketika terjadi adu argumen antara terlapor berinisial T.E.W., warga Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi, dengan puluhan member yang merasa dirugikan. Dalam pertemuan tersebut, terlapor memberikan penjelasan kepada para korban, namun belum menghasilkan kesepakatan.

Karena tidak menemukan titik terang, para korban akhirnya melaporkan kasus ini ke Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Nganjuk. Untuk mempermudah proses, para korban sepakat menunjuk salah satu perwakilan, yakni Purinah, warga Kelurahan Ganungkidul, Kota Nganjuk.

Usai membuat laporan, Purinah menyampaikan bahwa dirinya bersama anggota keluarganya juga menjadi korban. Ia mengungkapkan, selain dijanjikan keuntungan, aplikasi tersebut juga menawarkan berbagai program lain yang menarik, seperti undian berhadiah kendaraan hingga program menyerupai deposito.

Sementara itu, korban lain bernama Duka mengaku telah menyetorkan dana hingga Rp10 juta. Ia dijanjikan dapat menarik dana dalam beberapa hari setelah pendaftaran. Namun hingga saat ini, dana tersebut belum bisa dicairkan. Bahkan, aplikasi yang digunakan disebut sudah tidak dapat diakses.

Pihak kepolisian menyatakan laporan masih dalam proses penyelidikan. Karena status perkara masih berjalan, pihak terlapor belum dilakukan penahanan. Namun demikian, langkah pengamanan tetap dilakukan guna menghindari potensi konflik lebih lanjut.

Polres Nganjuk mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi atau aplikasi digital yang menjanjikan keuntungan tidak wajar, serta memastikan legalitas dan kejelasan sistem sebelum melakukan transaksi.

Jumat, 17 April 2026

Penggerebekan di Griya Anjuk Ladang 3, Dua Oknum Pelayan Publik Diamankan untuk Klarifikasi

Nganjuk – Peristiwa penggerebekan terjadi di sebuah rumah kontrakan di Perumahan Griya Anjuk Ladang 3 pada Jumat (17/4/2026). Seorang pria dan wanita yang diduga merupakan oknum pelayan publik diamankan oleh pihak berwenang setelah adanya laporan dari keluarga.

Menurut keterangan di lokasi, keluarga mendatangi rumah tersebut karena adanya kecurigaan tertentu. Namun, saat diminta keluar, penghuni rumah tidak segera merespons, sehingga situasi sempat memicu ketegangan di antara warga yang turut berkumpul.

“Sempat diminta keluar, tapi tidak langsung ada respons, akhirnya kami hubungi pihak terkait,” ujar salah satu perwakilan keluarga.

Tak lama kemudian, kedua orang tersebut keluar dari dalam rumah dan langsung diamankan untuk dibawa ke Polres Nganjuk guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, identitas lengkap serta status keduanya masih dalam proses klarifikasi oleh pihak berwenang.
Di tengah situasi tersebut, sempat terjadi aksi spontan dari sejumlah warga yang melampiaskan emosi hingga menyebabkan kerusakan pada sebuah kendaraan yang berada di lokasi. Pihak keluarga menyayangkan kejadian tersebut dan berharap semua pihak dapat menahan diri.

Sementara itu, pihak kepolisian melalui fungsi pengawasan internal menyampaikan bahwa proses pemeriksaan masih berlangsung. “Masih dalam proses, nanti akan kami sampaikan lebih lanjut,” ujar perwakilan di lokasi.
Peristiwa ini kini menjadi perhatian masyarakat. Banyak pihak berharap agar proses penanganan dilakukan secara objektif, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku, guna menjaga kepercayaan publik terhadap institusi.

Selasa, 14 April 2026

SKANDAL MBG BERBEK MELEDAK! Menu “Seadanya”, Siswa Mogok Makan – Sisa Menggunung Tiap Hari!


Nganjuk, - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk yang seharusnya jadi andalan peningkatan gizi anak, kini justru berubah jadi sorotan panas. Dugaan menu “asal jadi” hingga kualitas yang dipertanyakan membuat siswa mulai ogah menyentuh makanan yang disajikan!

 Seorang guru di SD Negeri Bendungrejo membongkar kondisi sebenarnya: menu yang disajikan monoton dan minim protein. Bahkan, ayam yang diberikan disebut hanya potongan kecil tak layak.

“Awalnya sempat ada kasus telur busuk, lalu diperbaiki. Tapi sekarang balik lagi.

 Menunya cuma tahu, oseng, nasi. Ayam pun cuma sepotong kecil, paling sayap,” ungkapnya, Senin (13/4/2026).

 Lebih mengejutkan lagi, setiap hari sisa makanan siswa menumpuk dalam jumlah besar—hingga memenuhi setengah sampai satu kantong plastik! Makanan yang seharusnya menyehatkan, justru berakhir terbuang sia-sia.

“Petugas sampai kaget lihat sisa makanan utuh di lantai. Tapi memang tiap hari seperti itu, anak-anak tidak mau makan,” tambahnya.

Kondisi ini bukan hanya terjadi di satu sekolah. Sejumlah sekolah lain di wilayah Berbek disebut mengalami hal serupa.

 Bahkan, mulai muncul dorongan untuk mengganti penyedia makanan karena dinilai tak mampu memenuhi standar.

Camat Berbek, Toni Susanto, mengaku kecolongan. Ia baru mengetahui polemik ini dari media, bukan dari laporan internal.

“Saya kaget, karena di grup SPPG tidak ada laporan. Fokus kami memang di 3B, sementara sekolah dikoordinasikan dengan Koramil,” jelasnya.

Pernyataan ini memicu tanda tanya besar: apakah ada miskomunikasi, atau justru pembiaran?

Sementara itu, Kepala SPPG Bendungrejo, Yudik Khoirul Huda, hingga kini belum memberikan klarifikasi. Dihubungi via telepon dan WhatsApp, tak ada respons meski panggilan masuk.


Jika dibiarkan, program yang digadang-gadang mencetak generasi sehat ini justru berpotensi gagal total.

 Ketika siswa sudah tidak berselera makan, dan makanan berakhir di tempat sampah, publik patut bertanya:
Ada apa sebenarnya dengan MBG di Berbek? Siapa yang harus bertanggung jawab? (Tim)

Sabtu, 11 April 2026

Tak Sekadar Ritual! Manusuk Sima, Jejak Sakral Lahirnya “Bumi Anjuk Ladang” yang Sarat Makna

Nganjuk,  – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Nganjuk ke-1089 tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum sakral yang menghidupkan kembali akar sejarah melalui prosesi Manusuk Sima. Tradisi ini bukan sekadar ritual, melainkan simbol kuat lahirnya Nganjuk yang dikenal sebagai “Bumi Anjuk Ladang.”

Prosesi Manusuk Sima tahun ini digelar di kawasan Candi Lor, Kecamatan Loceret, Kamis (10/4/2026), usai upacara resmi di Alun-alun Nganjuk. Nuansa khidmat terasa kental, menyatukan nilai sejarah, budaya, dan spiritual dalam satu rangkaian yang penuh makna.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan bahwa Manusuk Sima adalah pengingat akan kekuatan kebersamaan yang telah diwariskan leluhur.

“Sejak dulu, masyarakat Nganjuk dikenal guyub dan kuat dalam kebersamaan. Ini yang harus terus kita jaga untuk membangun daerah agar semakin maju,” tegas Kang Marhaen.

“Kalau sendiri-sendiri akan berat, tapi kalau bersatu seperti sapu, semua bisa diselesaikan. Inilah filosofi gotong royong yang menjadi kekuatan kita,” lanjutnya.

Makna Mendalam di Balik Manusuk Sima
Menurut Sukadi, pemerhati sejarah Nganjuk dari Komunitas Pecinta Sejarah dan Ekologi Nganjuk (Kotasejuk), Manusuk Sima berasal dari dua kata:

Manusuk: prosesi atau upacara
Sima: tanah perdikan (wilayah bebas pajak).

Ritual ini merupakan simbol penetapan tanah sima, yakni anugerah raja kepada suatu wilayah sebagai bentuk penghargaan atas jasa besar.

Tradisi ini berakar kuat dari Prasasti Anjuk Ladang, yang menjadi tonggak sejarah berdirinya Nganjuk.

Kisah Heroik di Balik Lahirnya Nganjuk
Sejarah mencatat, pasukan Mpu Sindok dari Kerajaan Mataram Medang pernah terlibat peperangan melawan Sriwijaya. Dalam situasi genting, mereka mendapat bantuan dari tokoh lokal, Mpu Anjuk Ladang.

Berkat bantuan tersebut, kemenangan berhasil diraih. Sebagai bentuk balas jasa, Mpu Sindok kemudian menetapkan wilayah tersebut sebagai tanah sima—meski baru diberikan sekitar delapan tahun setelah peristiwa perang.

Tak hanya itu, dibangun pula tempat suci bernama Sang Hyang Prasada Kabaktian I Sri Jayamerta, yang kini dikenal sebagai Candi Lor, saksi bisu perjalanan sejarah tersebut.

Ritual Sakral Sarat Filosofi
Manusuk Sima tidak sekadar prosesi, tetapi rangkaian simbol kehidupan yang sarat makna, di antaranya:

Pemberian pasak – simbol pengukuhan dan legitimasi

Banting hantelu (telur) – lambang tekad dan awal kehidupan baru

Nigas guling hayam – simbol pengorbanan dan kesungguhan

Awur-awur awu (abu) – filosofi keteguhan ucapan yang tak dapat ditarik kembali
Makna terakhir menjadi pengingat kuat bahwa setiap keputusan harus dijaga dan dipertanggungjawabkan.

Manusuk Sima bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi identitas yang terus hidup dan relevan hingga kini. Tradisi ini mengajarkan tentang penghargaan, pengorbanan, kebersamaan, dan komitmen.

Sukadi berharap generasi muda tidak hanya mengetahui, tetapi juga mencintai dan melestarikan budaya ini.

“Ini adalah jati diri Nganjuk. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?” ujarnya.

Manusuk Sima bukan hanya ritual—ia adalah ruh sejarah, pengikat kebersamaan, dan simbol kejayaan yang terus diwariskan. Dari masa lalu, untuk masa kini, dan demi masa depan Nganjuk yang lebih melesat

Kamis, 09 April 2026

Sinergi Tiga Kepala Daerah: Merumuskan Solusi Strategis Atasi Kemacetan Simpang Mengkreng

Nganjuk– Upaya serius untuk mengurai kemacetan di Simpang Empat Mengkreng terus dilakukan. Tiga kepala daerah, yakni Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi (Kang Marhaen), Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito), dan Bupati Jombang Warsubi, menggelar pertemuan koordinasi langsung di Pos Polisi Mengkreng pada Rabu sore (08/04/2026).

Pertemuan ini menjadi simbol kuat kolaborasi lintas wilayah yang dikenal sebagai “Segitiga Emas”, dalam merespons salah satu titik kemacetan terparah di jalur nasional. Kepadatan lalu lintas di kawasan ini kerap meningkat signifikan, terutama saat momentum Ramadan dan arus mudik Lebaran.

Dalam forum tersebut, Mas Dhito mengungkapkan bahwa rencana penanganan jangka panjang melalui pembangunan fisik terus dimatangkan. Salah satu opsi yang tengah disiapkan adalah pembangunan flyover sepanjang kurang lebih 700 meter. Namun, realisasi proyek tersebut masih menunggu finalisasi Detailed Engineering Design (DED) dari kementerian terkait.

Di sisi lain, Kang Marhaen menegaskan pentingnya langkah taktis yang bisa segera dijalankan. Ia menyampaikan bahwa koordinasi teknis lanjutan akan dilakukan oleh Dinas PUPR dan Bappeda dari ketiga daerah pada hari berikutnya.

“Kami menargetkan dalam waktu dekat, paling lambat pekan depan, dokumen usulan bersama berupa proposal dan rekomendasi kebijakan sudah siap untuk diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian PUPR,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kang Marhaen menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua skema pembiayaan. Skema utama adalah pengajuan pendanaan penuh melalui Kementerian PUPR, mengingat status jalan tersebut merupakan jalan nasional. Sementara itu, skema alternatif juga tengah dikaji, termasuk terkait teknis pengadaan lahan sebagai bagian dari kesiapan proyek.

Sinergi tiga daerah ini diharapkan mampu menghasilkan solusi konkret, terukur, dan berkelanjutan. Tidak hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pengguna jalan serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Jawa Timur.

Senin, 06 April 2026

Pemkab Nganjuk Serahkan Puluhan Kendaraan Operasional untuk KDKMP


Nganjuk – Pemerintah Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelayanan masyarakat melalui penyerahan kendaraan operasional bagi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Senin (6/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di GOR Bung Karno, Kelurahan Begadung tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD, camat, serta perwakilan kepala desa dan kelurahan se-Kabupaten Nganjuk. Sekitar 100 peserta turut mengikuti jalannya acara.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, didampingi Forkopimda. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa bantuan kendaraan operasional ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas layanan publik hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Ini adalah bentuk nyata perhatian pemerintah dalam mendukung kinerja KDKMP agar lebih maksimal dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kendaraan tersebut diharapkan mampu meningkatkan mobilitas serta efektivitas kerja di lapangan, terutama dalam pembinaan, pengawasan, dan penanganan persoalan masyarakat.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat kendaraan yang merupakan aset negara agar dapat digunakan dalam jangka panjang sesuai peruntukannya.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pula pengecekan kendaraan oleh Forkopimda sebelum akhirnya diberangkatkan menuju masing-masing wilayah penerima.

Sebanyak 21 desa dan kelurahan di Kabupaten Nganjuk menerima bantuan ini. Adapun kendaraan yang disalurkan terdiri dari 13 unit truk Fuso, 21 unit mobil Cendrawasih, dan 42 unit sepeda motor Kaisar.

Dengan adanya dukungan sarana ini, diharapkan KDKMP semakin sigap, profesional, serta mampu menciptakan kondisi wilayah yang aman, tertib, dan kondusif.

 

Copyright © | SUARA CYBER NEWS