SUARA CYBER NEWS

Sabtu, 31 Januari 2026

Pemberitaan "Dugaan Penimbunan BBM Jenis Solar Subsidi," berlanjut Laporan di polres Nganjuk


Nganjuk, Sahrur Cahya Ramadhan, Anggota DPRD Nganjuk, didampingi oleh pengacaranya ,  akhirnya melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke  polres Nganjuk . Pada hari Jumat, (30/01/2026) , pukul 21.00 WIB.

Ada dua hal yang dilaporkan , yang pertama  sesuai surat tanda terima nomer :  STTLPM/29.SATRESKRIM/I/2026/SPKT/POLRES NGANJUK. Terkait penyebaran video di grub WhatsApp.

Yang kedua surat tanda terima dengan nomor :STTLPM/30.SATRESKRIM/I/2026/SPKT/POLRES NGANJUK terkait unggahan video di Tik Tok. 

Sahrur Cahya Ramadhan,  menjelaskan bahwa, didalam video konten yang disebarkan, baik di tiktok, maupun di grub WhatsApp , terpampang jelas menyebut namanya , Lembaganya, dan partai politiknya. Tentu hal ini sangat merugikan.

"Sudah saya jelaskan , bahwa pemberitaan media online yang beredar tidak benar. Tetapi kenapa masih di sebarkan, " Kata Sahrur saat berada di Polres Nganjuk.

Untuk media online yang telah memberitakannya , Sahrur melalui pengacaranya telah mengirimkan surat hak jawab.

" Saya sudah mengirim hak jawab kepada media terkait , kita tunggu  perkembangannya." Ujar Sahrur.

Kedua laporan di polres Nganjuk ini. tentang  Dugaan Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik secara Online (ITE) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (4) Jo Pasal 27A UURI Nomor 1 tahun 2024 tentang perubahan kedua atas undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Tim)

MBG Brebek Bobrok! Siswa Diduga Diberi Telur Busuk Berisi Embrio


Nganjuk — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejatinya menjadi harapan peningkatan gizi anak sekolah justru berubah menjadi mimpi buruk. Sejumlah wali murid di wilayah Brebek, Kabupaten Nganjuk, melayangkan pengaduan keras setelah anak-anak mereka diduga menerima menu telur busuk dari Dapur Bendung Rejo Brebek.

Pengaduan tersebut menyebutkan kondisi telur yang disajikan sangat memprihatinkan. Tidak hanya berbau menyengat dan mengeluarkan cairan, beberapa telur bahkan didapati berisi embrio anak ayam. Fakta ini sontak memicu kemarahan para wali murid yang merasa anak-anak mereka diperlakukan tanpa standar kelayakan pangan yang manusiawi. Kejadian ini dilaporkan terjadi pada 29 Januari 2026.

Kecerobohan ini dinilai sebagai tamparan keras terhadap sistem pengawasan program MBG di wilayah Brebek. Alih-alih memastikan asupan bergizi dan aman, dapur penyedia justru diduga meloloskan bahan pangan yang secara kasat mata sudah tidak layak konsumsi.

Menindaklanjuti pengaduan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, mengaku langsung meneruskan laporan ke tingkat lebih tinggi.

“Ok, ini langsung kami laporkan ke asisten ekbang,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, perwakilan SPPI, Yudik, saat dikonfirmasi menyampaikan respons normatif.

“Terima kasih atas masukannya, kami akan evaluasi dan ke depannya akan melakukan yang terbaik,” ujarnya.

Namun jawaban tersebut dinilai belum cukup meredam kekecewaan publik. Salah satu wali murid bahkan melontarkan pernyataan keras, menuntut ketegasan pemerintah.

“Kalau pelaku tidak diberi teguran keras dan masih diberi kewenangan menyuplai makanan ke siswa, lebih baik dapurnya ditutup saja. Ini menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak,” tegasnya.

Kasus ini memunculkan pertanyaan besar: sejauh mana pengawasan dapur MBG dilakukan? Siapa yang bertanggung jawab atas lolosnya bahan makanan busuk ke tangan siswa?

Publik kini menanti langkah tegas pemerintah daerah. Tanpa sanksi nyata dan evaluasi menyeluruh, program Makan Bergizi Gratis berpotensi kehilangan kepercayaan masyarakat—bahkan berubah menjadi ancaman kesehatan bagi generasi muda.

Kamis, 29 Januari 2026

Berujung Maut, Pengeroyokan Brutal di Patianrowo Tewaskan Satu Warga


Nganjuk – Aksi kekerasan brutal kembali mencoreng rasa aman warga. Seorang pemuda tewas mengenaskan setelah menjadi korban pengeroyokan di Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk. Insiden berdarah ini tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga memunculkan tanda tanya besar terkait motif dan pengendalian sosial di lingkungan setempat.

Korban meninggal dunia berinisial MNK, mengalami luka berat pada bagian mulut dan rahang akibat hantaman benda keras. Meski sempat mendapatkan penanganan medis, korban akhirnya mengembuskan napas terakhir. Dua korban lainnya, RA dan MAK, turut mengalami luka serius, mulai dari memar di kepala, luka robek, hingga lecet di beberapa bagian tubuh.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tragis ini bermula dari aktivitas berkumpul hingga larut malam. Namun suasana berubah mencekam ketika para korban dalam perjalanan pulang justru dihadang dan dikeroyok secara membabi buta. 

Pelaku diduga menggunakan pecahan paving dan batu bata sebagai senjata, menunjukkan tingkat kekerasan yang mengarah pada upaya melukai secara fatal.

Polres Nganjuk bergerak cepat dengan mengamankan sejumlah terduga pelaku yang diketahui merupakan warga desa setempat. Ironisnya, sebagian pelaku masih berusia di bawah umur, sehingga penanganan perkara melibatkan Unit Pidum dan Unit PPA Satreskrim Polres Nganjuk.

Sejumlah barang bukti telah diamankan, di antaranya hasil visum korban, satu unit sepeda motor PCX,  pecahan paving, batu bata, serta pakaian korban yang berlumuran darah. Namun hingga kini, motif pengeroyokan masih belum diungkap secara terbuka, memunculkan sorotan publik terhadap transparansi penanganan kasus ini.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi aparat dan masyarakat bahwa kekerasan jalanan yang melibatkan kelompok dan remaja telah memasuki fase mengkhawatirkan. Polisi menyatakan penyidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap dalang, motif, serta peran masing-masing pelaku dalam tragedi yang merenggut nyawa tersebut.

Rabu, 28 Januari 2026

Bau Tak Sedap Bantuan Tefa SMKN 1 Lengkong, Pengadaan Rp100 Juta Diduga Tak Sesuai Spek


Nganjuk – Aroma ketidakberesan mencuat dari pengelolaan Bantuan Teaching Factory (Tefa) Tahun Anggaran 2025 di SMKN 1 Lengkong, Kabupaten Nganjuk. 

Bantuan senilai Rp100.000.000 tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Informasi yang beredar di masyarakat menunjukkan adanya perbedaan mencolok antara spek barang yang tercantum dalam RAB dengan barang yang direalisasikan di lapangan.

 Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar, sekaligus memantik kecurigaan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana bantuan pendidikan tersebut.

Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media justru menemui jalan buntu.

 Humas SMKN 1 Lengkong, Mahardika, saat dikonfirmasi pada Selasa (27/1/2026), tidak memberikan penjelasan substansial terkait dugaan tersebut.

“Kalau mau ketemu janjian dulu, mungkin minggu depan saya senggang,” ujarnya singkat.

Pernyataan tersebut dinilai belum menjawab inti persoalan, terutama terkait rincian spesifikasi pengadaan, mekanisme pelaksanaan, serta kesesuaian barang dengan RAB yang telah disusun.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi maupun penjelasan terperinci dari pihak sekolah mengenai dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pengadaan barang Bantuan Tefa tersebut. Sikap tertutup ini justru semakin memperkuat sorotan publik dan memicu desakan agar pihak terkait, termasuk instansi pengawas, segera turun tangan melakukan penelusuran.

Dana pendidikan yang bersumber dari negara sejatinya diperuntukkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi siswa. Oleh karena itu, setiap indikasi penyimpangan, sekecil apa pun, patut dibuka secara terang benderang demi menjaga kepercayaan publik.

Media ini akan terus berupaya meminta klarifikasi lanjutan dan memantau perkembangan kasus tersebut.

Jumat, 23 Januari 2026

Pelayanan masyarakat di tingkat kelurahan Kabupaten Nganjuk kini benar-benar naik kelas, Mobil Siaga Resmi Diserahkan

Nganjuk, - Pemerintah Kabupaten Nganjuk mulai mendistribusikan mobil siaga kelurahan sebagai kendaraan operasional untuk memperkuat layanan darurat dan sosial bagi warga.

Penyerahan tahap awal dilakukan pada Jumat (23/1/2026) di Pendopo Kecamatan Sukomoro. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Nganjuk bersama Wakil Bupati Nganjuk secara langsung menyerahkan lima unit mobil siaga kepada kelurahan penerima.

Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, M.BA menegaskan bahwa mobil siaga ini bukan sekadar fasilitas, melainkan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. 

Mobil tersebut diharapkan digunakan secara maksimal untuk membantu warga, khususnya dalam situasi darurat dan keperluan kesehatan.

“Mobil siaga ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama untuk membantu warga yang membutuhkan layanan berobat dan kepentingan sosial lainnya,” tegasnya.

Adapun lima kelurahan yang menerima mobil siaga pada tahap awal ini yakni Kelurahan Tanjunganom, Mangundikata, Sukomoro, Warujayeng, dan Kramat.

 Seluruh kendaraan yang diserahkan berjenis Suzuki Ertiga dan siap digunakan sebagai armada operasional kelurahan.
Sementara itu, 15 kelurahan lainnya dipastikan akan menyusul menerima mobil siaga pada tahap berikutnya.

 Dengan pemerataan fasilitas ini, Pemkab Nganjuk menargetkan pelayanan publik di tingkat kelurahan semakin cepat, responsif, dan tepat sasaran.

Program mobil siaga kelurahan ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam memperkuat pelayanan dasar sekaligus mendekatkan akses bantuan kepada masyarakat hingga ke lapisan terbawah.

Pemkab Nganjuk Satukan Lurah, Perkuat Budaya Kerja ASN dari Tingkat Bawah


NGANJUK – Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus mendorong peningkatan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan memperkuat budaya kerja hingga ke tingkat kelurahan. Salah satunya melalui kegiatan pembinaan lurah se-Kabupaten Nganjuk yang digelar pada Jumat (23/1/2026) di Kecamatan Sukomoro.

Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi antara pimpinan daerah dan para lurah agar komunikasi, koordinasi, serta kinerja pemerintahan berjalan searah. Hadir langsung dalam acara tersebut Bupati Nganjuk, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran Inspektorat, para camat, serta seluruh lurah se-Kabupaten Nganjuk.

Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, M.BA menegaskan bahwa lurah memegang peran penting sebagai ujung tombak pelayanan publik. Menurutnya, pembinaan ini menjadi langkah nyata untuk membentuk ASN yang disiplin, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kalau budaya kerja ASN dibangun dengan baik sejak dari bawah, maka pelayanan kepada masyarakat akan ikut membaik,” tegas Bupati.

Melalui pembinaan ini, Pemkab Nganjuk berharap seluruh lurah mampu menerapkan nilai kerja yang solid, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pelayanan. Dengan begitu, roda pemerintahan di tingkat kelurahan dapat berjalan lebih efektif dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026

HEBOH SIANG BOLONG! NARAPIDANA NEKAT JEBOL RUTAN KELAS II B NGANJUK, TEMBUS DINDING SAAT WAKTU SHOLAT


Nganjuk, — SIANG BOLONG BERUBAH MENCEKAM! Keamanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Nganjuk kembali dipertanyakan setelah seorang narapidana nekat melarikan diri dengan cara yang mencengangkan. Tepat pukul 12.00 WIB, saat sebagian aktivitas terhenti karena waktu sholat, tahanan tersebut berhasil menjebol dinding sisi selatan rutan dan kabur tanpa terdeteksi! (22/1/2026)

Aksi pelarian dramatis itu sontak menggegerkan warga sekitar. Pedagang yang berada di sekitar lokasi menjadi saksi mata momen menegangkan ketika sosok tahanan terlihat berlari kencang usai keluar dari kompleks rutan.

“Tahanannya lari ke arah barat, cepat sekali,” ujar seorang pedagang dengan wajah masih diliputi keterkejutan.

Kabar pelarian ini langsung memicu kepanikan dan kewaspadaan warga, mengingat peristiwa terjadi di tengah aktivitas masyarakat yang masih ramai.
Kepala Rutan Kelas II B Nganjuk, Arip Budi Prasetyo, membenarkan insiden serius tersebut.

“Benar, ada satu warga binaan yang melarikan diri. Saat ini kami sedang melakukan pencarian secara intensif. Identitas yang bersangkutan masih dalam proses pendalaman,” ungkapnya singkat namun tegas.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih menyisir sejumlah titik rawan, sementara sistem keamanan rutan menjadi sorotan tajam publik. Bagaimana mungkin dinding rutan bisa ditembus di siang hari? Pertanyaan ini mulai bergema di tengah masyarakat.

Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap tenang namun waspada, serta segera melapor ke aparat terdekat apabila melihat orang dengan gerak-gerik mencurigakan yang diduga sebagai tahanan buron.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi pengelolaan keamanan lembaga pemasyarakatan, sekaligus ujian serius bagi aparat untuk segera menangkap kembali narapidana yang kini masih bebas berkeliaran. (amin)

 

Copyright © | SUARA CYBER NEWS