SUARA CYBER NEWS

Kamis, 30 Juli 2026

"KAMI BUKAN LONDO IRENG!" Teriakan Wartawan Nganjuk Menggema, Marwah Pers Dipertaruhkan di Gedung DPRD

Nganjuk – Suasana di depan Gedung DPRD Kabupaten Nganjuk berubah menjadi lautan suara perlawanan. Puluhan wartawan dari berbagai organisasi media se-Kabupaten Nganjuk berdiri dalam satu barisan, menyuarakan aspirasi dengan pekikan yang menggema dan membelah keheningan. (30/7/2026))

"Kami Bukan Londo Ireng!"
Kalimat itu bukan sekadar slogan. Bagi para insan pers, seruan tersebut merupakan bentuk pembelaan terhadap kehormatan profesi yang mereka yakini telah tercoreng oleh penyebutan wartawan, LSM, dan ormas sebagai "Londo Ireng" dalam pidato Presiden Republik Indonesia.

Dengan membawa spanduk bertuliskan "Kami Bukan Londo Ireng", para jurnalis menegaskan bahwa wartawan bukan musuh negara, bukan pengkhianat bangsa, dan bukan pihak yang pantas diberi stigma. Mereka menyatakan bahwa pers adalah salah satu pilar demokrasi yang memiliki tugas mengawasi jalannya pemerintahan, mengungkap fakta, serta menjadi penyambung suara rakyat.

Koordinator aksi, Bagus Jati Kusumo, menegaskan bahwa profesi wartawan lahir dari semangat menjaga kebenaran, bukan untuk mencari permusuhan.

"Kami bukan Londo Ireng. Kami adalah wartawan yang bekerja berdasarkan Undang-Undang Pers, menjalankan fungsi kontrol sosial, mengawal demokrasi, dan memperjuangkan hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar," tegasnya di hadapan para peserta aksi.

Menurut Bagus, aksi solidaritas tersebut bukan dimaksudkan untuk menciptakan konflik, melainkan sebagai pengingat bahwa kebebasan pers adalah fondasi penting dalam negara demokrasi.

 Ia menyampaikan bahwa aspirasi para wartawan telah diterima DPRD Kabupaten Nganjuk untuk diteruskan kepada DPRD RI sebagai bentuk keberatan atas pernyataan yang dipersoalkan.

Di hadapan massa aksi, Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono, menyatakan bahwa lembaga legislatif menghormati hak setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat.

"Kami menerima aspirasi dari rekan-rekan media se-Kabupaten Nganjuk. Aspirasi ini akan kami teruskan kepada DPRD RI agar dapat menjadi perhatian," ujarnya.

Aksi yang berlangsung tertib itu menjadi simbol bahwa insan pers tidak hanya memperjuangkan kebebasan menulis dan menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga kehormatan profesi yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mengawal transparansi, keadilan, dan demokrasi.

Bagi wartawan Nganjuk, satu kalimat yang terus menggema sepanjang aksi menjadi penegasan sikap mereka:
"Kami bukan Londo Ireng. Kami adalah jurnalis, penjaga fakta, penyampai kebenaran, dan suara rakyat."

Rabu, 29 Juli 2026

Ribuan Warga PSHT Padati Padepokan! Tangis Haru Iringi Santunan 25 Anak Yatim dalam Pengajian Akbar dan Sema'an Al-Qur'an Jantiko Mantab


Nganjuk – Pemandangan penuh haru dan religius menyelimuti Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Nganjuk, Rabu Pahing (29/7/2026). Ribuan warga PSHT dari berbagai penjuru memadati lokasi untuk mengikuti Majlis Sema'an Al-Qur'an, Dzikrul Ghofilin Jantiko Mantab, Pengajian Akbar, Tasyakuran Warga Baru Tahun 2026, yang dipadukan dengan santunan kepada 25 anak yatim.

Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an menggema memenuhi padepokan, menciptakan suasana yang khusyuk sekaligus menggugah hati. Ribuan tangan menengadah memohon keberkahan, keselamatan bangsa, serta doa bagi seluruh keluarga besar PSHT agar senantiasa diberi kekuatan dalam menjaga persaudaraan dan pengabdian kepada masyarakat.

Momen paling menyentuh terjadi ketika 25 anak yatim dipanggil satu per satu untuk menerima santunan. Wajah polos mereka yang dipenuhi senyum bahagia berpadu dengan haru para hadirin, menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan di PSHT tidak berhenti pada ikatan sesama warga, tetapi juga hadir nyata untuk mereka yang membutuhkan uluran kasih.

Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa PSHT bukan sekadar organisasi pencak silat, melainkan kawah candradimuka pembentukan manusia berbudi luhur, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Nilai-nilai persaudaraan diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar slogan.

Tasyakuran Warga Baru Tahun 2026 pun menjadi momentum sakral. Para warga baru diingatkan bahwa perjalanan mereka bukan hanya untuk menjadi pendekar yang tangguh, tetapi juga pribadi yang rendah hati, menjunjung tinggi nilai agama, menghormati sesama, dan siap mengabdi kepada bangsa serta masyarakat.

Acara yang dipimpin oleh jajaran pengurus PSHT Cabang Nganjuk ini berlangsung penuh kekhidmatan hingga akhir. Doa bersama dipanjatkan agar organisasi terus menjadi pelopor persatuan, penjaga kerukunan, dan penebar manfaat di tengah masyarakat.

Pengajian Akbar, Sema'an Al-Qur'an, Dzikrul Ghofilin, dan santunan anak yatim ini menjadi bukti bahwa kekuatan sejati seorang pendekar bukan hanya terletak pada keberanian dan ketangguhan, tetapi juga pada kelembutan hati, kepedulian terhadap sesama, serta keikhlasan berbagi demi mengharap ridha Allah SWT.

Minggu, 26 Juli 2026

Perkuat Akar Rumput untuk Pemilu 2029, PAC PDIP Kecamatan Nganjuk Sukses Gelar Musyawarah Ranting.

 


NGANJUK – Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Nganjuk Kota sukses menyelenggarakan Musyawarah Ranting(Musran). Agenda konsolidasi internal yang dibungkus dalam rapat Musyawarah PAC ini difokuskan untuk menjaring calon Ketua Ranting di 13 kelurahan dan 2 desa yang tersebar di wilayah Kecamatan Nganjuk.


Acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat gotong royong ini digelar di Lumos Caffe And Pool, Jalan Gatot Subroto No.1, Kelurahan Kauman, Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu 25/07/2026.


Istimewanya, forum ini dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A, yang bertindak sebagai pimpinan sidang. Kehadiran seluruh elemen pengurus ranting, dalam acara ini menjadi bukti nyata komitmen partai dalam memperkuat soliditas kader hingga ke tingkat akar rumput.


Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Nganjuk, Rizky Pramudya, menegaskan bahwa Musran Musanran ini bukan sekadar agenda rutin organisasi. Menurutnya, ini adalah momentum strategis untuk melahirkan pemimpin ranting yang loyal, militan, dan berdedikasi tinggi kepada partai dan masyarakat.


“Alhamdulillah, rapat PAC dan Ranting se-Kecamatan Nganjuk berjalan sukses. Harapan kami, struktur kali ini bisa memunculkan wajah-wajah baru dari generasi muda, baik milenial, Gen Z, serta keterwakilan perempuan di dalamnya,” ujar Rizky.


Rizky menambahkan, kepengurusan yang solid di tingkat bawah akan mempermudah jalannya program-program partai yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. PAC berkomitmen untuk terus berkolaborasi aktif dan menjadi jembatan bagi aspirasi masyarakat dari tingkat paling bawah.


Ia juga berharap seluruh skema konsolidasi yang telah disusun oleh DPC dapat berjalan lancar agar seluruh struktur partai, mulai dari tingkat desa hingga dusun, dapat terisi penuh.


“Mohon doanya agar proses konsolidasi ini berjalan maksimal. Semua kader dan pengurus harus terus bergerak solid menyongsong kemenangan di Pemilu 2029,” tambahnya.


Apresiasi tinggi datang dari Ketua DPC PDIP Nganjuk, Marhaen Djumadi. Ia mengaku bangga karena musyawarah ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga berhasil menjaring banyak minat dari kalangan anak muda dan memenuhi kuota perempuan sesuai instruksi partai.


“Sesuai dengan arahan partai, seluruh anggota harus mewakili 40 persen keterwakilan perempuan dan didominasi oleh pemuda-pemudi Gen Z, terutama yang berusia di bawah 35 tahun,” ungkap Marhaen.


Marhaen memaparkan bahwa agenda penjaringan Musyawarah Ranting ini dilaksanakan secara serentak di 20 kecamatan di Kabupaten Nganjuk selama dua hari.


“Untuk hari ini, ada 6 kecamatan yang serentak melaksanakan musyawarah, yaitu Kecamatan Nganjuk, Wilangan, Bagor, Rejoso, Ngluyu, dan Gondang. Musran ini sangat krusial karena mereka adalah pasukan *grassroots* (akar rumput) yang harus kita siapkan kekuatannya sejak dini,” pungkasnya.


Melalui konsolidasi yang kokoh ini, PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk optimis dapat menciptakan energi perjuangan baru yang siap memenangkan agenda politik di masa depan demi kepentingan rakyat.

Kamis, 23 Juli 2026

Tak Ingin Nganjuk Terlihat Kumuh, Kang Marhaen Turun Tangan "Perangi" Kabel Semrawut yang Bertahun-tahun Menghiasi Langit Kota

NGANJUK – Pemandangan kabel listrik dan jaringan internet yang menjuntai tak beraturan selama bertahun-tahun akhirnya menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Di bawah komando langsung Bupati Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, operasi penataan kabel dimulai di dua titik strategis wilayah Kecamatan Nganjuk, Kamis (23/7/2026).

Langkah ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sebuah gerakan untuk mengembalikan wajah Kota Nganjuk agar tampil lebih bersih, tertib, dan berkelas.

 Kabel-kabel yang selama ini saling bertumpuk, melintang, dan mengganggu estetika kota mulai ditata ulang agar tidak lagi menjadi "benang kusut" yang merusak keindahan ruang publik.

Dalam sidak tersebut, Kang Marhaen menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Perhubungan, PLN, serta para penyedia layanan internet untuk bekerja bersama merapikan seluruh jaringan utilitas yang dinilai telah mengurangi keindahan kota.

Di bawah terik matahari, orang nomor satu di Kabupaten Nganjuk itu tampak mengawasi langsung proses penataan. Baginya, wajah kota adalah cerminan kepedulian pemerintah terhadap lingkungan dan kenyamanan masyarakat.

"Penataan ini akan terus kami lakukan secara bertahap. Harapan kami, ke depan tidak ada lagi kabel yang semrawut. Kota Nganjuk harus tampil lebih rapi, lebih indah, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun siapa saja yang datang," tegas Kang Marhaen.

Program penataan tersebut menjadi sinyal bahwa Pemkab Nganjuk tidak hanya fokus pada pembangunan fisik berskala besar, tetapi juga memberi perhatian pada detail-detail perkotaan yang selama ini kerap diabaikan. Dengan kolaborasi seluruh pihak, kawasan perkotaan diharapkan berubah menjadi lebih tertata, aman, dan sedap dipandang.

Perapian kabel ini menjadi langkah awal menuju wajah baru Nganjuk—kota yang tak hanya berkembang dari sisi pembangunan, tetapi juga mampu menghadirkan ruang publik yang bersih, tertib, dan membanggakan bagi seluruh warganya.

Rabu, 22 Juli 2026

Sekali Tekan 112, Nyawa Bisa Terselamatkan! Pemkab Nganjuk Resmikan Layanan Darurat Terintegrasi 24 Jam

 

NGANJUK – Waktu menjadi penentu antara keselamatan dan petaka saat keadaan darurat terjadi. Menjawab kebutuhan itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk resmi meluncurkan Call Center Darurat 112 pada Rabu (22/7/2026), sebuah layanan terpadu yang dirancang untuk memangkas waktu respons sekaligus menghadirkan pertolongan lebih cepat bagi masyarakat.

Mulai hari ini, warga Nganjuk tak perlu lagi kebingungan mencari nomor telepon berbagai instansi ketika menghadapi situasi genting. Cukup menekan 112 tanpa kode area, laporan akan langsung diterima operator yang bersiaga selama 24 jam di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk, lalu diteruskan kepada instansi terkait sesuai jenis kedaruratannya.

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menegaskan, layanan ini diprioritaskan untuk menangani berbagai kondisi darurat seperti kecelakaan lalu lintas, kebakaran, kebutuhan ambulans, bencana alam, hingga kejadian lain yang membutuhkan penanganan cepat.

"Kalau ada kecelakaan, kebakaran, membutuhkan ambulans atau terjadi bencana, silakan masyarakat Nganjuk menghubungi 112. Kami ingin setiap laporan bisa segera ditindaklanjuti dengan pelayanan terbaik," ujar Kang Marhaen.

Menurutnya, keberhasilan layanan 112 tidak hanya ditentukan oleh keberadaan nomor panggilan, tetapi juga oleh kesiapan seluruh perangkat pendukung. Karena itu, sistem ini telah diintegrasikan dengan berbagai organisasi perangkat daerah dan instansi pelayanan agar koordinasi berjalan cepat dan efektif.

"112 bukan hanya milik Diskominfo. Layanan ini terhubung dengan berbagai instansi sehingga semua unsur harus siap, baik sumber daya manusia, perangkat, maupun jaringan komunikasinya," tegasnya.

Sementara itu, Pendamping Layanan Darurat 112 Kabupaten Nganjuk, Wahyu Prastiyo, menjelaskan bahwa sistem ini berbasis Base Transceiver Station (BTS) sehingga panggilan masyarakat tidak dialihkan ke pusat nasional, melainkan langsung diterima operator di Kabupaten Nganjuk.

"Masyarakat cukup menekan 112 tanpa kode area. Panggilan langsung masuk ke operator di Diskominfo Nganjuk dan tidak dikenakan biaya. Layanan ini aktif selama 24 jam penuh," jelas Wahyu.

Hadirnya Call Center 112 diharapkan menjadi tonggak baru pelayanan publik di Kabupaten Nganjuk. Dengan sistem yang terintegrasi dan respons yang lebih cepat, masyarakat kini memiliki akses lebih mudah untuk memperoleh pertolongan saat menghadapi kondisi darurat, kapan pun dan di mana pun dibutuhkan.

APTRI Magetan Deklarasikan Dukungan Swasembada Gula Nasional 2026, Siap Tingkatkan Produktivitas Tebu

Magetan – Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Magetan menyatakan komitmennya untuk mendukung Program Swasembada Gula Nasional pada Musim Giling Tebu Tahun 2026. Komitmen tersebut diwujudkan melalui deklarasi yang digelar di Sekretariat APTRI Kabupaten Magetan, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 25 orang itu diikuti oleh jajaran pengurus dan anggota APTRI Kabupaten Magetan. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua APTRI Kabupaten Magetan Sudaryanto, Sekretaris APTRI Suyono, Bendahara APTRI Sutrisno, Koordinator Acara Yahya Ari, serta para anggota organisasi.

Dalam sambutannya, Ketua APTRI Kabupaten Magetan, Sudaryanto, menegaskan bahwa petani tebu memiliki peran strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, khususnya di sektor gula.

«"APTRI Kabupaten Magetan menyatakan komitmen penuh dalam mendukung Program Swasembada Gula Nasional melalui peningkatan produktivitas tebu rakyat pada musim giling tahun 2026. Petani tebu merupakan ujung tombak dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah, pabrik gula, dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Sudaryanto.»

Ia mengatakan, peningkatan produksi gula nasional harus dibarengi dengan penerapan budidaya tebu yang baik, penggunaan bibit unggul, serta pendampingan kepada petani agar kualitas hasil panen semakin meningkat.

«"Kami siap mengajak seluruh petani tebu menjaga kualitas hasil panen agar mampu meningkatkan daya saing industri gula nasional. Kami juga berharap pemerintah terus memberikan dukungan melalui kebijakan yang berpihak kepada petani, ketersediaan pupuk, perbaikan irigasi, dan stabilitas harga gula," katanya.»

Sementara itu, Sekretaris APTRI Kabupaten Magetan, Suyono, menilai keberhasilan swasembada gula nasional hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pihak.

«"Peningkatan produktivitas tebu harus didukung modernisasi alat pertanian, efisiensi proses panen, dan optimalisasi musim giling. Kerja sama antara petani tebu, pabrik gula, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat menjadi kunci keberhasilan swasembada gula nasional," ujar Suyono.»

Menurutnya, APTRI juga akan terus mendorong anggotanya menerapkan praktik budidaya tebu yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.

«"Kami juga berharap adanya perlindungan terhadap petani dari gejolak harga serta masuknya gula impor agar kesejahteraan petani semakin meningkat. Kami optimistis target swasembada gula nasional dapat tercapai apabila seluruh pihak bekerja sama secara konsisten dan berkelanjutan," tambahnya.»

Pada kesempatan tersebut, seluruh peserta membacakan deklarasi dukungan terhadap Program Swasembada Gula Nasional Tahun 2026. Dalam deklarasi itu, APTRI Kabupaten Magetan menegaskan kesiapan mendukung program pemerintah melalui peningkatan produktivitas, kualitas hasil tebu, serta penguatan sinergi antara petani, pemerintah, dan industri gula guna mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani tebu Indonesia.

Usai pembacaan deklarasi, kegiatan dilanjutkan dengan konferensi pers Ketua APTRI Kabupaten Magetan, sesi foto bersama seluruh peserta, serta ramah tamah. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

APTRI Kabupaten Magetan berharap deklarasi tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat komitmen petani tebu untuk mendukung kebijakan pemerintah sekaligus meningkatkan produktivitas tebu rakyat demi tercapainya target Swasembada Gula Nasional Tahun 2026.

HNSI Kabupaten Lamongan Nyatakan Dukungan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nelayan Jawa Timur Tahun 2026

 

Lamongan – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lamongan menyatakan komitmen dan dukungan penuh terhadap upaya percepatan pertumbuhan ekonomi nelayan di Jawa Timur sepanjang tahun 2026. Pernyataan sikap tersebut merupakan bentuk dukungan organisasi nelayan dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

HNSI Kabupaten Lamongan menilai bahwa sektor perikanan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha perikanan, dan organisasi nelayan untuk mendorong peningkatan produktivitas, nilai tambah hasil perikanan, serta penguatan daya saing produk perikanan Jawa Timur, Ucap Ma'mun Murod.

Dalam pernyataan sikapnya, HNSI Kabupaten Lamongan menyampaikan dukungan terhadap berbagai program pemerintah yang berpihak kepada nelayan, antara lain peningkatan akses permodalan, penyediaan sarana dan prasarana penangkapan ikan, perlindungan jaminan sosial bagi nelayan, pengembangan pelabuhan perikanan, hilirisasi hasil perikanan, serta penguatan ekonomi berbasis blue economy yang berkelanjutan.

Sebagai salah satu sentra perikanan terbesar di Jawa Timur, Kabupaten Lamongan memiliki potensi yang sangat besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor perikanan tangkap dan budidaya menjadi tulang punggung perekonomian pesisir, dengan kontribusi signifikan terhadap produksi perikanan dan nilai ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten Lamongan juga terus mendorong penguatan sektor agro-maritim sebagai motor pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

HNSI Kabupaten Lamongan juga mengajak seluruh nelayan untuk menjaga kelestarian sumber daya laut melalui praktik penangkapan ikan yang bertanggung jawab, meningkatkan kualitas hasil tangkapan, memanfaatkan teknologi perikanan, serta memperkuat kelembagaan nelayan agar mampu menghadapi tantangan ekonomi dan perubahan iklim.

Melalui pernyataan sikap tersebut, HNSI Kabupaten Lamongan optimistis bahwa dengan kolaborasi antara pemerintah, organisasi nelayan, dunia usaha, dan masyarakat pesisir, pertumbuhan ekonomi nelayan di Jawa Timur pada tahun 2026 akan semakin meningkat, sehingga mampu mewujudkan nelayan yang lebih sejahtera, mandiri, produktif, dan berdaya saing demi mendukung pembangunan ekonomi maritim Indonesia.

 

Copyright © | SUARA CYBER NEWS