Kamis, 25 Juni 2026
AKSI KEKERASAN BERDARAH DI NGANJUK, KORBAN TEWAS USAI DIKERoyok SEKELompok PEMUDA
Kamis, 18 Juni 2026
Aliansi Wong Nganjuk Bersatu: Program MBG Harus Berlanjut, Koruptor Harus Ditindak Tegas
Nganjuk,- Ratusan hingga seribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Wong Nganjuk Bersatu menggelar aksi damai di Kabupaten Nganjuk, Kamis (18/6/2026). Aksi tersebut mengusung tema “Mendukung Program Pemerintah untuk Kesejahteraan Rakyat, Mendukung Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Mendukung Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi.”
Berdasarkan susunan acara yang telah disiapkan, sekitar 1.000 peserta dijadwalkan berkumpul di depan Stadion Anjuk Ladang Nganjuk mulai pukul 09.00 WIB untuk melakukan registrasi, konsolidasi, dan pembagian atribut aksi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan arahan dari koordinator lapangan serta penyampaian tata tertib sebelum peserta melakukan longmarch menuju Alun-Alun Nganjuk. Sepanjang perjalanan, massa menyuarakan aspirasi melalui yel-yel dan sosialisasi kepada masyarakat dengan pengawalan dari aparat keamanan.
Setibanya di Alun-Alun Nganjuk, peserta menggelar orasi, membacakan pernyataan sikap, serta menyerahkan dokumen aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk diteruskan kepada pemerintah pusat.
Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Wong Nganjuk Bersatu menyampaikan lima poin utama, yakni mendukung program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mendukung aparat penegak hukum dalam pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu, serta mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan stabilitas nasional.
Selain itu, aliansi tersebut juga mendorong Pemerintah Kabupaten Nganjuk agar meneruskan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat guna memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan dan diperkuat sebagai program strategis nasional.
Koordinator Lapangan Aliansi Wong Nganjuk Bersatu, Riki Sugianto, mengatakan bahwa aksi damai tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal program-program pemerintah yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Aksi ini kita lakukan untuk mendukung semua program pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut kami program ini sangat bagus dan harus dilanjutkan" ujar Riki Sugianto.
"Terkait hal-hal yang terjadi dalam proses MBG adalah hal yang perlu dievaluasi, kalaupun ada kekurangan hal itu yang perlu kita evaluasi bukan programnya yang dihilangkan" tambahnya.
Riki menambahkan, aliansi berharap Pemerintah Kabupaten Nganjuk dapat meneruskan aspirasi dan dukungan masyarakat kepada pemerintah pusat agar Program Makan Bergizi Gratis terus dilanjutkan dan diperkuat sebagai program strategis nasional.
Selain itu, aliansi juga menuntut agar penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam tindak pidana korupsi, termasuk yang berkaitan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, dilakukan secara tegas dan transparan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, pernyataan penutup dari koordinator lapangan, dan pembubaran massa secara tertib serta kondusif.
Rabu, 17 Juni 2026
Garda Prabowo Kabupaten Nganjuk Bersama Elemen Masyarakat Serukan Demokrasi Yang Santun dan Bertanggung Jawab
Nganjuk – Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Prabowo Kabupaten Nganjuk bersama berbagai elemen masyarakat menyampaikan sikap bersama terkait berkembangnya sejumlah pernyataan publik yang dinilai berpotensi menimbulkan polemik dan perpecahan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ketua DKC Garda Prabowo Kabupaten Nganjuk, Joko Sujarwo, SH., MM., menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Namun demikian, setiap kebebasan harus dijalankan secara bijaksana dengan tetap memperhatikan norma hukum, etika, serta kepentingan persatuan bangsa.
Menurutnya, pernyataan yang disampaikan oleh Tiyo Ardianto dalam beberapa kesempatan telah memunculkan beragam reaksi di masyarakat dan berpotensi menciptakan suasana yang kurang kondusif apabila tidak disikapi secara arif.
"Kami menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan kritik dan aspirasi. Akan tetapi, kritik yang membangun harus disampaikan secara santun, objektif, dan berorientasi pada solusi. Pernyataan yang mengandung unsur provokatif hanya akan memperlebar perbedaan dan mengganggu harmoni sosial yang selama ini terjaga," ujar Joko Sujarwo.
Ia menambahkan bahwa Jawa Timur dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, gotong royong, dan budaya saling menghormati. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat menjaga suasana yang sejuk dalam ruang demokrasi.
"Kami mengajak semua pihak untuk mengedepankan dialog yang sehat dan menghindari narasi yang berpotensi memicu konflik horizontal. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai berkembang menjadi permusuhan," lanjutnya.
Sebagai organisasi kemasyarakatan yang mendukung stabilitas nasional dan pembangunan bangsa, Garda Prabowo Kabupaten Nganjuk menegaskan dukungannya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Langkah dan sikap yang diambil DKC Garda Prabowo Kabupaten Nganjuk mendapatkan apresiasi dari Ketua DKN Garda Prabowo H. Fauka Noor Farid serta Ketua DKD Garda Prabowo Jawa Timur H. Denny Hermanto. Keduanya menilai bahwa upaya menjaga persatuan dan mendorong demokrasi yang sehat merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.
Pernyataan Sikap Bersama
1. Menjaga dan memperkuat persatuan serta kesatuan bangsa di atas segala perbedaan pandangan politik.
2. Menolak segala bentuk ujaran yang mengandung penghinaan, provokasi, dan berpotensi memecah belah masyarakat.
3. Mendukung kebebasan berpendapat yang dilakukan secara santun, bertanggung jawab, dan sesuai ketentuan hukum.
4. Mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk menjaga ketertiban, kerukunan, dan stabilitas sosial.
5. Mendukung program-program pemerintah yang berorientasi pada pembangunan nasional dan kesejahteraan rakyat.
Melalui pernyataan ini, Garda Prabowo Kabupaten Nganjuk bersama elemen masyarakat berharap seluruh pihak dapat mengedepankan semangat persaudaraan, menjaga suasana yang kondusif, serta berpartisipasi dalam membangun demokrasi Indonesia yang dewasa, sehat, dan bermartabat.
"Kami mengajak seluruh anak bangsa untuk terus menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang dapat menimbulkan perpecahan. Indonesia akan semakin kuat apabila seluruh elemen masyarakat mengedepankan kebersamaan dan kepentingan nasional," tutup Joko Sujarwo, SH., MM.
Minggu, 14 Juni 2026
Keluarga Korban Pertanyakan Kejelasan Kasus Dugaan Pengeroyokan di Nganjuk
NGANJUK – Penanganan kasus dugaan pengeroyokan yang terjadi di kawasan depan gerai Alfamart di wilayah Nganjuk masih menjadi perhatian. Setelah hampir dua bulan sejak peristiwa tersebut, keluarga korban mengaku belum memperoleh kepastian terkait perkembangan laporan yang telah disampaikan kepada pihak kepolisian.
Dewi, istri Aditya yang mengaku sebagai korban dalam dugaan pengeroyokan pada 27 April 2026 sekitar pukul 01.00 WIB, menyampaikan keluhannya terkait proses hukum yang dinilai belum berjalan sesuai harapan. Ia mendatangi Kantor MIO (Media Independent Online) untuk meminta perhatian atas perkara yang sedang dihadapinya.
Dewi menjelaskan bahwa laporan pengaduan telah dibuat ke Polsek Nganjuk Kota pada hari yang sama setelah kejadian berlangsung. Ia juga menunjukkan bukti laporan sebagai tanda bahwa perkara tersebut telah diterima dan disampaikan kepada pihak berwenang.
Meski demikian, hingga Sabtu (13/6/2026), Dewi mengaku belum menerima informasi yang jelas mengenai tahapan penanganan perkara tersebut. Ia berharap aparat penegak hukum dapat memberikan penjelasan terkait proses yang sedang berjalan.
"Saya sudah mengadu sejak kejadian, tetapi sampai sekarang belum mendapatkan keadilan. Saya juga memiliki bukti komunikasi WhatsApp dengan petugas yang menangani, namun responsnya menurut saya masih lambat," ujar Dewi.
Untuk mendapatkan pendampingan dalam proses hukum, Dewi kemudian meminta bantuan kepada pengacara Bambang Sukoco. Menurutnya, setelah adanya pendampingan tersebut, pada 8 Juni 2026 pihaknya kembali memperoleh respons terkait laporan yang sebelumnya telah disampaikan.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengenai perkembangan perkara, AKP Djumari meminta pihak terkait untuk datang langsung ke kantor agar mendapatkan penjelasan secara lebih lengkap.
"Monggo datang aja ke kantor, nanti kami jelaskan," ujar AKP Djumari melalui pesan WhatsApp.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih memiliki ruang untuk memberikan penjelasan lebih lanjut terkait proses penyelidikan maupun perkembangan penanganan perkara tersebut.
Masyarakat berharap setiap laporan dugaan tindak pidana dapat ditangani secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku agar memberikan rasa keadilan bagi semua pihak.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih memiliki kesempatan untuk memberikan keterangan lebih lanjut mengenai proses penyelidikan serta perkembangan penanganan laporan tersebut.
Pihak keluarga korban berharap perkara ini dapat diproses secara profesional, terbuka, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku sehingga seluruh pihak mendapatkan kepastian serta rasa keadilan.







