SUARA CYBER NEWS

Kamis, 16 Juli 2026

Terungkap! Hanya 10 Jam, Polisi Bongkar Pembunuhan Berencana di Kaloran Nganjuk, Anak Angkat dan Kekasih Ditangkap


NGANJUK – Misteri penemuan jasad pria yang dikubur di pekarangan rumahnya sendiri di Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, akhirnya berhasil diungkap Satreskrim Polres Nganjuk.

 Kurang dari 10 jam sejak jasad korban ditemukan, polisi berhasil membekuk dua terduga pelaku yang diduga telah merencanakan aksi pembunuhan tersebut.

Menurut Keterangan Waka Polres Nganjuk Kompol Didid Wahyu Agustyawan, S.H., M.H. bahwa Korban berinisial G.T.W.W. (52), seorang karyawan swasta, ditemukan dalam kondisi terkubur di dekat rumpun pohon pisang di pekarangan rumahnya pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

 Penemuan itu berawal dari kecurigaan warga dan perangkat desa setelah korban beberapa hari tidak terlihat.

Saat dilakukan pengecekan ke rumah korban, warga menemukan gundukan tanah baru yang mencurigakan. Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas dan Polsek Ngronggot. Tim Inafis Satreskrim Polres Nganjuk kemudian melakukan pembongkaran dan menemukan jasad korban terkubur di pekarangan rumahnya sendiri.

Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk menjalani visum dan autopsi sebagai bagian dari proses penyidikan.

"Berbekal hasil olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan sejumlah saksi, serta penyelidikan intensif yang dilakukan Unit Resmob Satreskrim Polres Nganjuk bersama personel Satintelkam, identitas para pelaku akhirnya berhasil diungkap, " jelasnya.

Kurang dari 10 jam setelah jasad korban ditemukan, polisi menangkap dua tersangka di Jalan Jenderal S. Parman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Kedua tersangka tersebut :
 1.  D.M. (19), perempuan, warga Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk
, 2.  N.J.S. (28), laki-laki, warga Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. Keduanya kini telah diamankan di Satreskrim Polres Nganjuk untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan sementara, penyidik mengungkap adanya dua motif yang diduga melatarbelakangi aksi pembunuhan tersebut.

Tersangka D.M. mengaku menyimpan dendam sejak kecil karena merasa dibesarkan dengan pola asuh yang keras, baik secara verbal maupun fisik. Perasaan tersebut disebut memuncak setelah mengetahui dirinya merupakan anak angkat korban.

Sementara itu, tersangka N.J.S. mengaku ikut membantu melakukan pembunuhan karena hubungan asmaranya dengan D.M. tidak mendapat restu keluarga korban.

 Selain itu, ia juga mengaku dijanjikan sejumlah uang setelah aksi tersebut. Iming-iming itu diterimanya karena sedang mengalami tekanan ekonomi akibat keluarganya terlilit utang.

Dalam pengungkapan kasus ini, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya cangkul yang diduga digunakan untuk menguburkan korban, sepeda motor Honda Vario beserta STNK, telepon genggam, pakaian para tersangka, tali tambang, tali pramuka, terpal, serta sejumlah barang lain yang ditemukan di lokasi kejadian.

Atas perbuatannya, kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

Keberhasilan mengungkap kasus dalam waktu singkat ini menjadi bukti respons cepat Satreskrim Polres Nganjuk dalam mengusut kasus yang sempat menggemparkan masyarakat. Polisi menegaskan proses penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa secara utuh berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.Versi ini lebih mengalir, bergaya berita media profesional, tetap tegas dan menarik tanpa menambahkan klaim yang belum didukung fakta.

Terduga Pelaku Pembunuhan di Desa Kaloran Akhirnya Dibekuk, Polisi Masih Dalami Motif di Balik Kematian Korban


Nganjuk – Misteri kematian pria yang menggegerkan warga Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, mulai menemui titik terang. Setelah sempat menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat, aparat kepolisian akhirnya berhasil mengamankan seorang terduga pelaku pada Kamis dini hari (16/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Penangkapan tersebut dilakukan kurang dari sehari setelah penemuan jasad korban yang diduga menjadi korban pembunuhan pada Rabu (15/7/2026). Kabar diamankannya terduga pelaku pun langsung menyita perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai motif di balik peristiwa tragis tersebut.

Kasie Humas Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadi, membenarkan bahwa seorang terduga pelaku telah diamankan oleh petugas. Namun, ia menegaskan bahwa penyidik masih melakukan pendalaman secara intensif karena proses pemeriksaan baru berlangsung setelah penangkapan dini hari.

"Kasus dugaan pembunuhan ini masih dalam proses pendalaman. Terduga pelaku baru diamankan dini hari, sehingga penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap kronologi, motif, serta mengumpulkan alat bukti," ujar Iptu Fajar Kurniadi.

Hingga saat ini, kepolisian belum mengungkap identitas terduga pelaku maupun motif yang melatarbelakangi dugaan pembunuhan tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menunggu keterangan resmi dari penyidik.

Kasus yang sempat menggemparkan warga Kaloran ini dipastikan masih terus dikembangkan. Polisi berjanji akan mengungkap secara terang-benderang rangkaian peristiwa yang berujung pada tewasnya korban serta memastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Rabu, 15 Juli 2026

Tragedi Berdarah di Kaloran, Ngronggot! Seorang Ayah Tewas, Diduga Jadi Korban Penganiayaan Anak Angkat


Nganjuk – Warga Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, digemparkan dengan peristiwa tragis yang terjadi pada Rabu (15/7/2026). Seorang pria lanjut usia dilaporkan meninggal dunia dan diduga menjadi korban penganiayaan yang melibatkan anak angkatnya sendiri.

Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Aparat kepolisian bersama tim terkait dikabarkan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan dari para saksi guna mengungkap kronologi yang sebenarnya.

 Hingga saat ini, informasi resmi dari kepolisian mengenai motif maupun rangkaian peristiwa masih menunggu hasil penyelidikan.

Kasus ini menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan hubungan keluarga inti.

 Warga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas perkara tersebut sehingga penyebab pasti dan pihak yang bertanggung jawab dapat diketahui berdasarkan proses hukum yang berlaku.
Perkembangan kasus ini masih menunggu keterangan resmi dari Polres Nganjuk.

 Informasi mengenai motif, identitas korban maupun terduga pelaku sebaiknya menunggu konfirmasi dari pihak berwenang agar tidak menimbulkan simpang siur informasi. 

Indonesia Walk for Peace 2026 Menggema dari Nganjuk, Kota Sejuk Raih Penghargaan atas Dedikasi Merawat Harmoni Bangsa


Nganjuk – Gelora persatuan dan semangat toleransi kembali berkobar melalui Indonesia Walk for Peace 2026, sebuah gerakan nasional yang mempertemukan masyarakat lintas agama, suku, dan budaya dari Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tetap kokoh berdiri di atas fondasi keberagaman yang saling menghormati.

Dalam momentum penuh makna tersebut, Roy Sugianto mewakili Yayasan Tempat Ibadat Tri Dharma Hok Yoe Kiong Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, secara resmi menyerahkan penghargaan kepada Kota Sejuk sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan partisipasi aktif dalam menyukseskan Indonesia Walk for Peace Kabupaten Nganjuk 2026.

Roy Sugianto menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar simbol penghormatan, melainkan wujud nyata dari semangat kebersamaan yang terus dirawat oleh seluruh elemen masyarakat.

"Rumah ibadah bukan hanya tempat menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi pusat lahirnya nilai-nilai persaudaraan, kebangsaan, toleransi, dan perdamaian yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus," ungkapnya.

Ribuan langkah yang menyatu dalam kegiatan Walk for Peace bukan sekadar perjalanan kaki, melainkan perjalanan hati untuk meneguhkan komitmen menjaga Indonesia tetap damai di tengah keberagaman. Tanpa memandang perbedaan agama, suku, ras, maupun latar belakang, seluruh peserta berjalan berdampingan membawa satu pesan besar: perdamaian adalah tanggung jawab bersama.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Kabupaten Nganjuk mampu menjadi contoh nyata kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis, dan saling menghargai. Semangat yang terbangun dalam Indonesia Walk for Peace 2026 diharapkan terus menyebar ke seluruh penjuru negeri, memperkuat persatuan bangsa, serta menginspirasi masyarakat untuk menjaga kerukunan sebagai modal utama menuju Indonesia yang damai, maju, dan berkeadaban.

Senin, 13 Juli 2026

MPLS Paling Spektakuler! SMP Negeri 2 Nganjuk Sulap Hari Pertama Sekolah Jadi Panggung Budaya, Siap Cetak Generasi Juara

NGANJUK – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 2 Nganjuk berlangsung meriah, penuh warna, dan jauh dari kesan membosankan. Senin (13/7/2026), seluruh guru, tenaga kependidikan, hingga jajaran pengurus sekolah kompak mengenakan pakaian adat Nusantara sebagai simbol keberagaman, persatuan, dan semangat menyambut keluarga baru SMP Negeri 2 Nganjuk.

Mengusung tema "Ramah Menyambut, Aman Melindungi, Nyaman Berprestasi," sekolah favorit di Kota Angin ini ingin memastikan setiap peserta didik baru merasakan kehangatan, keamanan, sekaligus motivasi untuk menjadi generasi berprestasi sejak hari pertama menginjakkan kaki di lingkungan sekolah.

Riuh tepuk tangan, senyum para guru, hingga balutan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia menjadi pemandangan yang memukau. 

Suasana MPLS pun berubah layaknya pesta budaya yang sarat makna, sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya soal belajar di dalam kelas, tetapi juga menanamkan karakter, toleransi, dan cinta Tanah Air.

Kepala SMP Negeri 2 Nganjuk, Ani, dalam sambutannya memberikan suntikan semangat kepada seluruh peserta didik baru. Ia menegaskan bahwa hari pertama sekolah merupakan awal perjalanan untuk meraih mimpi dan mengukir prestasi.

"Hari ini adalah langkah awal kalian menjadi bagian dari keluarga besar SMP Negeri 2 Nganjuk. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, junjung tinggi disiplin, hormati guru dan orang tua, serta buktikan bahwa kalian mampu mengharumkan nama sekolah melalui berbagai prestasi, baik akademik maupun nonakademik," tegasnya.

Ani juga menekankan bahwa MPLS Ramah bukan sekadar agenda tahunan, melainkan gerbang pembentukan karakter yang menjunjung tinggi nilai saling menghormati, anti-perundungan, disiplin, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan.

Dengan konsep penyambutan yang kreatif dan penuh makna, SMP Negeri 2 Nganjuk kembali menunjukkan komitmennya sebagai sekolah yang tidak hanya mencetak siswa cerdas, tetapi juga membangun generasi yang berkarakter, berbudaya, dan siap bersaing meraih prestasi di tingkat regional hingga nasional.

MPLS bukan sekadar perkenalan sekolah, tetapi menjadi titik awal lahirnya generasi emas dari SMP Negeri 2 Nganjuk yang siap melangkah menuju masa depan dengan semangat: Ramah Menyambut, Aman Melindungi, Nyaman Berprestasi!

Jumat, 10 Juli 2026

"Jangan Lengah Layani Rakyat!" HUT ke-20 PPDI Nganjuk Jadi Panggung Peringatan Keras Bupati Marhaen untuk Perangkat Desa


NGANJUK – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Nganjuk tak hanya diwarnai suasana kebersamaan. Di balik perayaan tersebut, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi melontarkan pesan keras kepada seluruh perangkat desa agar tidak terlena dengan rutinitas birokrasi dan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat.

Di hadapan puluhan perangkat desa dari berbagai kecamatan, Marhaen menegaskan bahwa perangkat desa merupakan garda terdepan pemerintahan. Baik buruknya pelayanan publik, menurutnya, sangat bergantung pada kinerja aparatur desa yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat.

"Perangkat desa adalah ujung tombak pelayanan publik. Profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan harus terus dijaga dan ditingkatkan," tegas Marhaen, Jumat (10/7/2026).

Marhaen juga mengingatkan agar perangkat desa tidak berjalan sendiri. Ia meminta seluruh aparatur desa memperkuat sinergi dengan kepala desa dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk agar setiap program pembangunan benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Momentum HUT ke-20 PPDI ini menjadi pengingat bahwa tantangan pemerintahan desa semakin besar. Masyarakat kini menuntut pelayanan yang cepat, transparan, dan bebas dari praktik yang merugikan warga. Karena itu, perangkat desa dituntut tidak hanya mampu menyelesaikan urusan administrasi, tetapi juga menjadi pelayan publik yang responsif, profesional, dan berintegritas.
Perayaan yang dihadiri pengurus PPDI, perangkat desa, serta sejumlah tamu undangan tersebut menjadi simbol kuat bahwa desa tetap menjadi fondasi pembangunan Kabupaten Nganjuk.

 Dengan semangat dua dekade PPDI, diharapkan lahir aparatur desa yang semakin solid, berdaya saing, dan mampu menjawab harapan masyarakat di tengah tuntutan pelayanan publik yang terus berkembang

Ayam Goreng NavaNikmatnya Ayam Kampung Asli, Gurih yang Bikin Ketagihan


Nganjuk – Saat cita rasa bertemu kualitas, lahirlah Ayam Goreng Nava, sajian ayam kampung dengan bumbu rempah khas yang meresap hingga ke dalam. Digoreng dengan teknik ayam goreng sreng, menghasilkan tekstur renyah keemasan di luar, namun tetap lembut, juicy, dan kaya rasa di setiap gigitan.

Disajikan bersama sambal yang pedas menggoda serta lalapan segar, setiap porsi menghadirkan pengalaman kuliner yang sederhana namun istimewa. Cocok dinikmati bersama keluarga, sahabat, maupun sebagai teman bersantai.

Yang lebih menarik, kelezatan premium ini dapat dinikmati hanya dengan Rp20.000 per porsi. Harga bersahabat untuk kualitas ayam kampung pilihan yang memuaskan.

📍 Lokasi: Jalan Surabaya–Nganjuk, tepat di depan Luwes. Mudah dijangkau dan menjadi pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin menikmati kuliner lezat dengan suasana nyaman.

Sekali mencoba, rasanya akan selalu dirindukan.
Ayam Goreng Nava
Renyahnya Menggoda, Gurihnya Terasa, Harganya Bersahabat.
Datang, Cicipi, dan Buktikan Sendiri Kelezatannya!

 

Copyright © | SUARA CYBER NEWS