Nganjuk – Di sela padatnya aktivitas pemerintahan, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menunjukkan kepedulian tinggi terhadap pelestarian sejarah dengan mengunjungi Site Museum Tritik, Selasa (4/2/2026). Kunjungan ini menjadi penegasan bahwa warisan peradaban masa lampau merupakan aset berharga yang wajib dijaga dan dikembangkan.
Dalam kunjungan tersebut, Kang Marhaen menyampaikan harapannya agar Site Museum Tritik dapat menjadi pusat edukasi sejarah dan kebudayaan bagi generasi muda, mulai dari pelajar tingkat SD hingga mahasiswa. Desa Tritik sendiri dikenal sebagai salah satu desa tertua di Kabupaten Nganjuk yang menyimpan jejak kehidupan purba bernilai ilmiah tinggi.
“Di sini ditemukan beragam fosil, mulai dari fosil hewan purba, kayu yang telah membatu, hingga batu konkresi. Ini adalah bukti nyata perjalanan panjang peradaban yang sangat luar biasa,” ujar Kang Marhaen.
Keistimewaan Site Museum Tritik tidak berhenti pada koleksi fosilnya. Kawasan ini juga memiliki sungai purba dan museum alam terbuka yang memungkinkan pengunjung melihat langsung fosil-fosil yang masih tersaji alami di lingkungan sekitar.
Kondisi tersebut menjadikan Tritik sebagai ruang belajar hidup yang autentik, langka, dan sarat nilai edukasi.
Kang Marhaen menegaskan, dengan penataan dan pengelolaan yang tepat, Site Museum Tritik berpotensi besar menjadi destinasi unggulan wisata edukasi dan sejarah, sekaligus pusat penelitian arkeologi yang membanggakan Kabupaten Nganjuk di tingkat regional maupun nasional.
“Ini bukan sekadar museum, tetapi identitas dan kebanggaan Nganjuk. Warisan ini harus kita rawat dan kenalkan kepada dunia,” tegasnya.
Dengan kekayaan sejarah yang dimiliki, Site Museum Tritik layak menjadi tujuan wajib bagi pelajar, akademisi, hingga wisatawan. Ayo kunjungi Site Museum Tritik—saksi bisu peradaban kuno yang autentik, edukatif, dan benar-benar keren.





