SUARA CYBER NEWS

Rabu, 15 Juli 2026

Tragedi Berdarah di Kaloran, Ngronggot! Seorang Ayah Tewas, Diduga Jadi Korban Penganiayaan Anak Angkat


Nganjuk – Warga Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, digemparkan dengan peristiwa tragis yang terjadi pada Rabu (15/7/2026). Seorang pria lanjut usia dilaporkan meninggal dunia dan diduga menjadi korban penganiayaan yang melibatkan anak angkatnya sendiri.

Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Aparat kepolisian bersama tim terkait dikabarkan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan dari para saksi guna mengungkap kronologi yang sebenarnya.

 Hingga saat ini, informasi resmi dari kepolisian mengenai motif maupun rangkaian peristiwa masih menunggu hasil penyelidikan.

Kasus ini menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan hubungan keluarga inti.

 Warga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas perkara tersebut sehingga penyebab pasti dan pihak yang bertanggung jawab dapat diketahui berdasarkan proses hukum yang berlaku.
Perkembangan kasus ini masih menunggu keterangan resmi dari Polres Nganjuk.

 Informasi mengenai motif, identitas korban maupun terduga pelaku sebaiknya menunggu konfirmasi dari pihak berwenang agar tidak menimbulkan simpang siur informasi. 

Indonesia Walk for Peace 2026 Menggema dari Nganjuk, Kota Sejuk Raih Penghargaan atas Dedikasi Merawat Harmoni Bangsa


Nganjuk – Gelora persatuan dan semangat toleransi kembali berkobar melalui Indonesia Walk for Peace 2026, sebuah gerakan nasional yang mempertemukan masyarakat lintas agama, suku, dan budaya dari Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tetap kokoh berdiri di atas fondasi keberagaman yang saling menghormati.

Dalam momentum penuh makna tersebut, Roy Sugianto mewakili Yayasan Tempat Ibadat Tri Dharma Hok Yoe Kiong Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, secara resmi menyerahkan penghargaan kepada Kota Sejuk sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan partisipasi aktif dalam menyukseskan Indonesia Walk for Peace Kabupaten Nganjuk 2026.

Roy Sugianto menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar simbol penghormatan, melainkan wujud nyata dari semangat kebersamaan yang terus dirawat oleh seluruh elemen masyarakat.

"Rumah ibadah bukan hanya tempat menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi pusat lahirnya nilai-nilai persaudaraan, kebangsaan, toleransi, dan perdamaian yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus," ungkapnya.

Ribuan langkah yang menyatu dalam kegiatan Walk for Peace bukan sekadar perjalanan kaki, melainkan perjalanan hati untuk meneguhkan komitmen menjaga Indonesia tetap damai di tengah keberagaman. Tanpa memandang perbedaan agama, suku, ras, maupun latar belakang, seluruh peserta berjalan berdampingan membawa satu pesan besar: perdamaian adalah tanggung jawab bersama.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Kabupaten Nganjuk mampu menjadi contoh nyata kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis, dan saling menghargai. Semangat yang terbangun dalam Indonesia Walk for Peace 2026 diharapkan terus menyebar ke seluruh penjuru negeri, memperkuat persatuan bangsa, serta menginspirasi masyarakat untuk menjaga kerukunan sebagai modal utama menuju Indonesia yang damai, maju, dan berkeadaban.

Senin, 13 Juli 2026

MPLS Paling Spektakuler! SMP Negeri 2 Nganjuk Sulap Hari Pertama Sekolah Jadi Panggung Budaya, Siap Cetak Generasi Juara

NGANJUK – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 2 Nganjuk berlangsung meriah, penuh warna, dan jauh dari kesan membosankan. Senin (13/7/2026), seluruh guru, tenaga kependidikan, hingga jajaran pengurus sekolah kompak mengenakan pakaian adat Nusantara sebagai simbol keberagaman, persatuan, dan semangat menyambut keluarga baru SMP Negeri 2 Nganjuk.

Mengusung tema "Ramah Menyambut, Aman Melindungi, Nyaman Berprestasi," sekolah favorit di Kota Angin ini ingin memastikan setiap peserta didik baru merasakan kehangatan, keamanan, sekaligus motivasi untuk menjadi generasi berprestasi sejak hari pertama menginjakkan kaki di lingkungan sekolah.

Riuh tepuk tangan, senyum para guru, hingga balutan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia menjadi pemandangan yang memukau. 

Suasana MPLS pun berubah layaknya pesta budaya yang sarat makna, sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya soal belajar di dalam kelas, tetapi juga menanamkan karakter, toleransi, dan cinta Tanah Air.

Kepala SMP Negeri 2 Nganjuk, Ani, dalam sambutannya memberikan suntikan semangat kepada seluruh peserta didik baru. Ia menegaskan bahwa hari pertama sekolah merupakan awal perjalanan untuk meraih mimpi dan mengukir prestasi.

"Hari ini adalah langkah awal kalian menjadi bagian dari keluarga besar SMP Negeri 2 Nganjuk. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, junjung tinggi disiplin, hormati guru dan orang tua, serta buktikan bahwa kalian mampu mengharumkan nama sekolah melalui berbagai prestasi, baik akademik maupun nonakademik," tegasnya.

Ani juga menekankan bahwa MPLS Ramah bukan sekadar agenda tahunan, melainkan gerbang pembentukan karakter yang menjunjung tinggi nilai saling menghormati, anti-perundungan, disiplin, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan.

Dengan konsep penyambutan yang kreatif dan penuh makna, SMP Negeri 2 Nganjuk kembali menunjukkan komitmennya sebagai sekolah yang tidak hanya mencetak siswa cerdas, tetapi juga membangun generasi yang berkarakter, berbudaya, dan siap bersaing meraih prestasi di tingkat regional hingga nasional.

MPLS bukan sekadar perkenalan sekolah, tetapi menjadi titik awal lahirnya generasi emas dari SMP Negeri 2 Nganjuk yang siap melangkah menuju masa depan dengan semangat: Ramah Menyambut, Aman Melindungi, Nyaman Berprestasi!

Jumat, 10 Juli 2026

"Jangan Lengah Layani Rakyat!" HUT ke-20 PPDI Nganjuk Jadi Panggung Peringatan Keras Bupati Marhaen untuk Perangkat Desa


NGANJUK – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Nganjuk tak hanya diwarnai suasana kebersamaan. Di balik perayaan tersebut, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi melontarkan pesan keras kepada seluruh perangkat desa agar tidak terlena dengan rutinitas birokrasi dan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat.

Di hadapan puluhan perangkat desa dari berbagai kecamatan, Marhaen menegaskan bahwa perangkat desa merupakan garda terdepan pemerintahan. Baik buruknya pelayanan publik, menurutnya, sangat bergantung pada kinerja aparatur desa yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat.

"Perangkat desa adalah ujung tombak pelayanan publik. Profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan harus terus dijaga dan ditingkatkan," tegas Marhaen, Jumat (10/7/2026).

Marhaen juga mengingatkan agar perangkat desa tidak berjalan sendiri. Ia meminta seluruh aparatur desa memperkuat sinergi dengan kepala desa dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk agar setiap program pembangunan benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Momentum HUT ke-20 PPDI ini menjadi pengingat bahwa tantangan pemerintahan desa semakin besar. Masyarakat kini menuntut pelayanan yang cepat, transparan, dan bebas dari praktik yang merugikan warga. Karena itu, perangkat desa dituntut tidak hanya mampu menyelesaikan urusan administrasi, tetapi juga menjadi pelayan publik yang responsif, profesional, dan berintegritas.
Perayaan yang dihadiri pengurus PPDI, perangkat desa, serta sejumlah tamu undangan tersebut menjadi simbol kuat bahwa desa tetap menjadi fondasi pembangunan Kabupaten Nganjuk.

 Dengan semangat dua dekade PPDI, diharapkan lahir aparatur desa yang semakin solid, berdaya saing, dan mampu menjawab harapan masyarakat di tengah tuntutan pelayanan publik yang terus berkembang

Ayam Goreng NavaNikmatnya Ayam Kampung Asli, Gurih yang Bikin Ketagihan


Nganjuk – Saat cita rasa bertemu kualitas, lahirlah Ayam Goreng Nava, sajian ayam kampung dengan bumbu rempah khas yang meresap hingga ke dalam. Digoreng dengan teknik ayam goreng sreng, menghasilkan tekstur renyah keemasan di luar, namun tetap lembut, juicy, dan kaya rasa di setiap gigitan.

Disajikan bersama sambal yang pedas menggoda serta lalapan segar, setiap porsi menghadirkan pengalaman kuliner yang sederhana namun istimewa. Cocok dinikmati bersama keluarga, sahabat, maupun sebagai teman bersantai.

Yang lebih menarik, kelezatan premium ini dapat dinikmati hanya dengan Rp20.000 per porsi. Harga bersahabat untuk kualitas ayam kampung pilihan yang memuaskan.

📍 Lokasi: Jalan Surabaya–Nganjuk, tepat di depan Luwes. Mudah dijangkau dan menjadi pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin menikmati kuliner lezat dengan suasana nyaman.

Sekali mencoba, rasanya akan selalu dirindukan.
Ayam Goreng Nava
Renyahnya Menggoda, Gurihnya Terasa, Harganya Bersahabat.
Datang, Cicipi, dan Buktikan Sendiri Kelezatannya!

Selasa, 07 Juli 2026

120 Mahasiswa KKN UMSurabaya Siap Terjun ke Nganjuk, Perkuat Pembangunan Desa Lewat Inovasi dan Pengabdian


Nganjuk – Sebanyak 120 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya resmi memulai pengabdian di Kabupaten Nganjuk. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk sebagai bentuk sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan, Senin (7/7/2026).

Para mahasiswa akan ditempatkan di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Sukomoro dan Gondang. Selama masa KKN, mereka diharapkan mampu menghadirkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga pengembangan potensi lokal.

Bupati Nganjuk, Dr. Drs. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A., menegaskan bahwa program KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga diharapkan mampu melahirkan ide-ide kreatif serta solusi inovatif dalam mendukung percepatan pembangunan di tingkat desa.

Melalui semangat pengabdian dan kebersamaan, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap keberadaan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya dapat menjadi energi baru bagi masyarakat, sekaligus meninggalkan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi kemajuan desa di Kabupaten Nganjuk.

Senin, 06 Juli 2026

Bungkam Usai Diperiksa Seharian, Sekda Nganjuk Tinggalkan Kejari, Penyidikan Kasus Bendungan Margopatut Terus Bergulir

NGANJUK – Suasana di Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk menjadi perhatian publik, Senin (6/7/2026). Setelah menjalani pemeriksaan selama hampir sembilan jam sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi proyek Bendungan Margopatut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk, Nur Solekan, memilih meninggalkan kantor kejaksaan tanpa memberikan keterangan sedikit pun kepada awak media.

Sejak pagi, kehadiran orang nomor satu di jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Nganjuk itu telah menjadi sorotan. Pemeriksaan yang berlangsung sejak sekitar pukul 09.00 WIB baru berakhir pada pukul 17.57 WIB.

Usai menjalani pemeriksaan, Nur Solekan tidak menggunakan kendaraan yang sama saat datang. Ia dijemput menggunakan mobil Toyota Innova bernomor polisi AG 1296 CR dan langsung meninggalkan halaman Kejari Nganjuk.

Puluhan wartawan yang telah menunggu berupaya meminta penjelasan mengenai materi pemeriksaan maupun perkembangan penyidikan. Namun, Nur Solekan tetap memilih bungkam. Tanpa sepatah kata ataupun memberikan isyarat kepada awak media, ia langsung masuk ke dalam kendaraan dan meninggalkan lokasi.

Sikap diam Sekda menambah perhatian publik terhadap penanganan dugaan korupsi Bendungan Margopatut yang kini tengah didalami Kejari Nganjuk. Meski pemeriksaan telah selesai, penyidik belum mengungkap materi yang digali maupun hasil pemeriksaan terhadap saksi.

Hingga kini, Nur Solekan masih berstatus sebagai saksi. Sementara itu, Kejaksaan Negeri Nganjuk menegaskan proses penyidikan perkara dugaan korupsi Bendungan Margopatut terus berjalan untuk mengungkap seluruh fakta dan pihak-pihak yang bertanggung jawab sesuai alat bukti yang diperoleh.

Pemeriksaan maraton terhadap Sekda menjadi sinyal bahwa penyidikan memasuki fase pendalaman, dengan publik kini menanti langkah lanjutan penyidik dalam mengungkap secara terang perkara yang menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Nganjuk.

 

Copyright © | SUARA CYBER NEWS