SUARA CYBER NEWS

Rabu, 29 Juli 2026

Ribuan Warga PSHT Padati Padepokan! Tangis Haru Iringi Santunan 25 Anak Yatim dalam Pengajian Akbar dan Sema'an Al-Qur'an Jantiko Mantab


Nganjuk – Pemandangan penuh haru dan religius menyelimuti Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Nganjuk, Rabu Pahing (29/7/2026). Ribuan warga PSHT dari berbagai penjuru memadati lokasi untuk mengikuti Majlis Sema'an Al-Qur'an, Dzikrul Ghofilin Jantiko Mantab, Pengajian Akbar, Tasyakuran Warga Baru Tahun 2026, yang dipadukan dengan santunan kepada 25 anak yatim.

Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an menggema memenuhi padepokan, menciptakan suasana yang khusyuk sekaligus menggugah hati. Ribuan tangan menengadah memohon keberkahan, keselamatan bangsa, serta doa bagi seluruh keluarga besar PSHT agar senantiasa diberi kekuatan dalam menjaga persaudaraan dan pengabdian kepada masyarakat.

Momen paling menyentuh terjadi ketika 25 anak yatim dipanggil satu per satu untuk menerima santunan. Wajah polos mereka yang dipenuhi senyum bahagia berpadu dengan haru para hadirin, menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan di PSHT tidak berhenti pada ikatan sesama warga, tetapi juga hadir nyata untuk mereka yang membutuhkan uluran kasih.

Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa PSHT bukan sekadar organisasi pencak silat, melainkan kawah candradimuka pembentukan manusia berbudi luhur, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Nilai-nilai persaudaraan diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar slogan.

Tasyakuran Warga Baru Tahun 2026 pun menjadi momentum sakral. Para warga baru diingatkan bahwa perjalanan mereka bukan hanya untuk menjadi pendekar yang tangguh, tetapi juga pribadi yang rendah hati, menjunjung tinggi nilai agama, menghormati sesama, dan siap mengabdi kepada bangsa serta masyarakat.

Acara yang dipimpin oleh jajaran pengurus PSHT Cabang Nganjuk ini berlangsung penuh kekhidmatan hingga akhir. Doa bersama dipanjatkan agar organisasi terus menjadi pelopor persatuan, penjaga kerukunan, dan penebar manfaat di tengah masyarakat.

Pengajian Akbar, Sema'an Al-Qur'an, Dzikrul Ghofilin, dan santunan anak yatim ini menjadi bukti bahwa kekuatan sejati seorang pendekar bukan hanya terletak pada keberanian dan ketangguhan, tetapi juga pada kelembutan hati, kepedulian terhadap sesama, serta keikhlasan berbagi demi mengharap ridha Allah SWT.

 

Copyright © | SUARA CYBER NEWS