SUARA CYBER NEWS

Senin, 23 Februari 2026

Menu MBG SPPG Sawunggaling Disorot, Rincian Anggaran dan Kesesuaian Gizi Dipertanyakan


Nganjuk,-Program Menu MBG yang dirilis SPPG Sawunggaling untuk periode 23 sampai 25 Februari 2026 menuai sorotan. Berdasarkan poster resmi yang beredar, paket menu terdiri dari delapan item, yakni roti abon, muffin, singkong mustofa, tahu fantasi, telur puyuh rebus, sari kacang hijau, buah pir, dan kurma.

Dalam poster tersebut juga dicantumkan kandungan gizi total, meliputi energi 1.251 kilokalori, karbohidrat 155,58 gram, protein 31,9 gram, lemak 58,76 gram, serta serat 19,1 gram. Data ini menjadi rujukan utama dalam menilai kecukupan nutrisi menu selama tiga hari pelaksanaan.

Namun, perhatian publik tidak hanya tertuju pada komposisi gizi. Aspek anggaran juga menjadi bahan evaluasi. Sesuai ketentuan pagu anggaran dari Badan Gizi Nasional, menu kecil ditetapkan sebesar Rp8.000 per hari atau Rp24.000 untuk tiga hari, sedangkan menu besar Rp10.000 per hari atau Rp30.000 untuk tiga hari.
Jika mengacu pada estimasi harga pasaran masing-masing item, yakni roti abon Rp2.000, muffin Rp2.000, singkong Rp2.000, tahu Rp1.000, sari kacang hijau kemasan 110 ml Rp2.000, kurma tiga biji sekitar Rp3.000, telur puyuh lima butir Rp2.500, dan buah pir Rp4.000, maka total perkiraan biaya hanya berkisar Rp18.500.

Perhitungan tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait selisih antara estimasi harga pasar dengan pagu anggaran yang ditetapkan. Apakah terdapat komponen biaya lain seperti distribusi, pengemasan, dan operasional yang belum terhitung dalam estimasi tersebut, ataukah terdapat ketidaksesuaian dalam implementasi anggaran di lapangan.

Selain itu, komposisi delapan item tanpa susu juga menjadi perhatian, terutama dalam konteks kecukupan protein dan kalsium bagi penerima manfaat. Meski secara angka kandungan energi dan protein terlihat tercantum dalam poster, transparansi detail per item dan takaran saji masih diperlukan agar publik memperoleh gambaran utuh mengenai kualitas gizi yang diberikan.

Dengan demikian, evaluasi menyeluruh terhadap kesesuaian kandungan gizi dan realisasi anggaran dinilai penting guna memastikan program berjalan sesuai konsep dan amanah yang telah ditetapkan. Transparansi menjadi kunci agar kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program tetap terjaga.

 

Copyright © | SUARA CYBER NEWS