BANJARNEGARA – Program Digital Empowerment for Women and Youth (DEWY) 3.0 resmi diluncurkan di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (21/4/2026).
Peluncuran ini bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan menjadi bagian dari upaya mendorong pemberdayaan perempuan di era digital.
Program tersebut merupakan kolaborasi Digital Access Programme (DAP) Kedutaan Besar Inggris di Jakarta bersama BRI Research Institute serta Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed. Kegiatan peluncuran berlangsung di Kantor Kecamatan Batur.
DEWY 3.0 dirancang untuk meningkatkan kapasitas perempuan pelaku usaha mikro dan generasi muda dalam memanfaatkan teknologi digital guna mengembangkan usaha mereka.
Pada tahap awal, program menyasar 150 perempuan pelaku usaha mikro di tiga wilayah, yakni Purbalingga, Batur, dan Kota Banjarnegara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 peserta akan dipilih untuk mengikuti pelatihan intensif sekaligus dipersiapkan menjadi mentor berbasis komunitas.
Para peserta akan mendapatkan pelatihan terkait inovasi produk, pencatatan keuangan digital, penggunaan sistem point of sales (POS), serta strategi pemasaran melalui e-commerce dan media sosial. Selain itu, mereka juga diwajibkan melakukan penilaian mandiri melalui platform
PerempuanCerdasDigital.id untuk mengukur kesiapan digital usaha.
Tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, program ini juga memberikan edukasi mengenai keamanan, termasuk pencegahan eksploitasi, kekerasan, dan pelecehan seksual, guna menciptakan ekosistem usaha yang aman dan inklusif bagi perempuan.
Perwakilan Kedutaan Besar Inggris, Rita Damayanti, mengungkapkan bahwa indeks digitalisasi UMKM di Indonesia pada 2023 baru mencapai 48,7 persen.
Meski penetrasi internet cukup tinggi, adopsi digital oleh pelaku usaha masih tergolong moderat.
“Sekitar 3,79 juta atau 8 persen UMKM telah go online. Namun, masih terdapat kesenjangan digital antarwilayah. Fokus ke depan adalah optimalisasi ekosistem digital, tidak hanya sekadar hadir di platform online,” ujarnya.
Peluncuran program ini turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah daerah serta tim ahli dari Pusat Inkubator Bisnis Unsoed.
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, DEWY 3.0 juga mendorong pengembangan Digital Corner sebagai ruang kolaboratif bagi pelaku UMKM untuk belajar, berbagi, dan mengimplementasikan keterampilan digital secara berkelanjutan.
Melalui program ini, perempuan di Banjarnegara diharapkan mampu meningkatkan daya saing usaha sekaligus menjadi motor penggerak transformasi digital di daerahnya. (Sugi)





