NGANJUK – Proyek revitalisasi SLB Krida Utama 1 Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, menjadi perhatian setelah muncul dugaan bahwa sebagian pekerjaan proyek tersebut dikerjakan oleh pihak lain di luar kontraktor pelaksana.
Dugaan tersebut hingga kini masih memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
Saat Investigasi di lapangan muncul seorang pria berinisial G yang disebut-sebut Memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan proyek.
Namun, hingga saat ini yang bersangkutan belum memberikan penjelasan resmi mengenai peran maupun kapasitasnya dalam proyek tersebut.
Sebelumnya, pada Selasa (4/8/2026), seorang pria yang mengaku sebagai utusan G menemui wartawan di lokasi proyek, serta menawarkan. kerja sama.
Meski demikian, keberadaan utusan tersebut belum memberikan kejelasan mengenai status maupun kewenangan G dalam pelaksanaan pekerjaan revitalisasi tersebut.
Konfirmasi lanjutan juga dilakukan melalui pesan WhatsApp. Saat dihubungi, G menyampaikan bahwa dirinya sedang memiliki kesibukan lain sehingga belum dapat memberikan keterangan. Upaya konfirmasi kembali pada Rabu (5/8/2026) juga belum memperoleh tanggapan hingga berita ini ditulis.
Belum adanya penjelasan dari pihak yang dikaitkan dengan proyek tersebut membuat sejumlah pertanyaan mengenai mekanisme pelaksanaan pekerjaan, termasuk dugaan adanya pemborongan kepada pihak lain, masih belum terjawab.
Sebagai proyek yang menggunakan anggaran untuk pembangunan fasilitas pendidikan, pelaksanaan revitalisasi diharapkan tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku agar kualitas pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari kontraktor pelaksana maupun pihak berinisial G terkait dugaan tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan dari pihak-pihak terkait sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang.





